by

Uang Suap untuk Pejabat Kemsos Ditaruh di Tas Gitar dan Kardus Air Mineral

Jakarta, Mimbarbangsa.co.id Sanjaya, sopir dari Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemsos) Matheus Joko Santoso mengaku dua kali menerima titipan uang dari konsultan hukum dan pengusaha Harry Van Sidabukke yang menjadi terdakwa perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek.

Uang yang diduga suap fee bansos untuk Matheus Joko itu ditaruh Harry di kardus air mineral dan tas gitar. Hal ini diakui Sanjaya saat bersaksi untuk terdakwa Harry, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/3/2021).


Awalnya, jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Sanjaya. Dalam BAP itu disebutkan Sanjaya beberapa kali diperintah Matheus Joko untuk menerima titipan. Matheus sendiri saat ini menyandang status tersangka penerima suap bersama mantan Mensos Juliari P Batubara.

“Iya betul pak. Karena disuruh sama bapak (Matheus Joko),” kata Sanjaya saat dikonfirmasi Jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/3/2021).

Sanjaya mengaku sempat menerima titipan dari Harry Van Sidabukke. Titipan tersebut berupa uang. Namun Sanjaya mengaku tak ingat persis kapan dia mengambil titipan dari Harry Van Sidabukke untuk Matheus Joko. Yang pasti, kata Sanjaya, titipan dari Harry pertama kali diterima di parkiran Gedung Kemsos. Uang itu disimpan di kardus air mineral.

“Kapannya saya lupa, cuma tugasnya ambil titipan saja, sudah itu. Saya ketemu Pak Harry ke parkiran, ketemu driver-nya. Di Cawang kencana Kemsos. Uangnya ditaruh di dalam kardus Aqua,” katanya.

Selain di parkiran Gedung Kemsos, Sanjaya mengaku pernah menerima titipan untuk Matheus dari Harry Van Sidabukke di tempat makan di apartemen Green Pramuka. Saat itu, Harry meninggalkan tas gitar seusai pertemuan. Saat dikonfirmasi, Harry menyampaikan kepada Sanjaya, tas gitar yang ternyata berisi uang itu untuk diserahkan kepada Matheus Joko.

“Itu dia naruh-nya di tas, ada gitarnya. Awalnya saya enggak tau kalau itu ada isinya. Nah pas mau pulang, saya bilang ke Mas Harry ‘Mas Harry gitarnya ketinggalan’ Mas Harry bilang ‘bawa, titipan buat bapak’,” kata Sanjaya.

Sanjaya mengaku saat itu tak tahu jika terdapat uang dalam tas berisi gitar itu. Sanjaya baru mengetahuinya setelah menyerahkan tas gitar tersebut kepada Matheus Joko.

Enggak, tapi pas saya sudah ketemu Pak Joko, saya bilang ‘Pak ini ada titipan dari Mas Harry’ di apartemen. Dibuka, saya lihat. Rupiah, enggak saya hitung. Kalau nilainya saya enggak tahu,” tutur Sanjaya.

Diketahui, Jaksa Penuntut KPK mendakwa Ardian dan Harry telah menyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara dan dua Pejabat Pembuat Komitmen Kemsos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Harry didakwa menyuap sebesar Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian didakwa memberi suap sejumlah Rp 1,95 miliar. Suap itu diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek pada Kemsos tahun 2020

Sumber: BeritaSatu.com

Comment

Related Post