by

Tokoh Ilaga Ingatkan Masyarakat Papua Tidak Usah Bicara Mau Merdeka

-Hankam-41 views

Jakarta, MimbarBangsa.co.id – Tokoh Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Usai Alom meminta masyarakat Papua tidak berbicara soal keinginan untuk merdeka. Sebab, orang Papua sudah merdeka sebagaimana masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia lainnya.

“Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun. Jadi tidak usah lagi bicara mau merdeka-merdeka. Mari kita bangun daerah Papua supaya lebih maju, lebih aman, sehingga semua orang bisa bebas mencari nafkah ekonomi, anak-anak bisa sekolah,” kata Alom, Sabtu (1/5/2021).


Alom menyatakan supaya masyarakat Kabupaten Puncak bisa melakukan aktivitas dengan bebas tanpa rasa takut, maka diperlukan jaminan keamanan dari aparat TNI dan Polri. Tanpa itu, oknum-oknum tertentu disebut dapat seenaknya menenteng senjata api untuk menakut-nakuti warga, melakukan teror bahkan tindak kekerasan kepada warga.

Baca juga :  Pasukan TNI-Polri Mulai Dikirim ke Ilaga Papua Buru KKB

“Kami tidak mau itu terjadi lagi. Ini negara sudah merdeka. Pemerintah datang untuk membangun supaya masyarakat bisa sejahtera,” ujarnya.

Daerah Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya, demikian Alom, merupakan daerah keramat. Ditegaskan, tidak boleh siapa pun melakukan perbuatan semena-mena kepada orang lain maupun alam di sekitarnya.

“Dari dulu sampai sekarang nenek moyang kami menganggap daerah Ilaga ini sebagai daerah keramat. Misionaris dari Amerika sudah membawa Injil ke daerah ini. Siapa pun yang tinggal dan datang bertugas di Ilaga, jangan main-main, tapi harus melihat semua orang sebagai saudara,” ucap Alom.

Baca juga :  Cap KKB Teroris dan Skenario Perang di Tanah Papua

Alom berharap generasi muda Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya harus giat bersekolah demi meraih masa depan yang lebih menjanjikan. Terbentuknya Kabupaten Puncak sebagai pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya sejak 2008, kata Alom, menjadi jembatan emas bagi seluruh rakyat di wilayah itu untuk bisa maju dan berkembang.

Sejak Jumat (30/4/2021) hingga Senin (3/5/2021), warga Kabupaten Puncak menggelar ritual adat bakar batu sebagai wujud proses perdamaian antara dua kelompok yang sempat bertikai pada 12 tahun silam, yaitu kelompok Elvis Tabuni dan kelompok Simon Alom. Pertikaian bermula dari sengketa pilkada.

Baca juga :  Sama-Sama Kelompok Separatis, Ini Perbedaan KKB Papua dan NRFPB

“Secara administrasi pemerintahan persoalan itu sudah selesai. Tapi secara adat harus ada proses perdamaian melalui acara adat bakar batu. Ada 20 kelompok yang terlibat dalam acara ini,” ucap Alom.

Menurut Alom, secara umum situasi keamanan di wilayah Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya kini sudah semakin kondusif.

“Pemerintah daerah, aparat keamanan dan pihak gereja selalu ada untuk melindungi kami masyarakat. Tidak benar ada pengungsian masyarakat dari Ilaga,” demikian Alom.

 

 

Sumber: ANTARA




Comment