by

Sekda Prof. Dr. Fakhili Gulo Paparkan Profil Kabupaten Nias Barat Kepada Mahasiswa/i Baru STTAM Nias Barat


Nias barat, Mimbar Bangsa- Sekda Nias Barat Prof. Dr. Fakhili Gulo berkesempatan mengisi session pada kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (OSMARU) TA. 2020/2021 di STTAM Nias Barat Jl. R.A Kartini, Desa Simaeasi Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat dengan topik materi mengenai Profil Kabupaten Nias Barat, Sabtu (08/08/2020).

Dikutip dari Laman Facebook Pemerintah Kabupaten Nias Barat yang ditulis oleh Prof. Dr. Fakhili Gulo memaparkan sekilas tentang gambaran umum Kabupaten Nias Barat bahwa Kabupaten Nias Barat mekar dari Kabupaten Nias pada tahun 2008 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Nias Barat di Provinsi Sumatera Utara, besama-sama dengan Kabupaten Nias Utara dan Kota Gunungsitoli.


Kabupaten Nias Barat terdiri dari 8 Kecamatan yakni, Kecamatan Sirombu, Lahomi, Ulu Moro’o, Mandrehe, Mandrehe Utara, Mandrehe Barat, Moro’o dan Lolofitu Moi, serta 105 Desa Swadaya dengan 322 Dusun. Letak geografis Kabupaten Nias Barat berada pada 0o12’ – 0o32’ Lintang Utara dan 97O – 98O Bujur Timur dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Nias Utara di sebelah Utara, Kabupaten Nias Selatan di sebelah Selatan, Kabupaten Nias di sebelah Timur dan Samudera Indonesia di sebelah Barat. Luas wilayah daratan 520,34 km2 dengan Ibukota Lahomi.

Lebih lanjut disampaiakan bahwa tanggal 26 Mei 2008 adalah merupakan Hari jadi Kabupaten Nias Barat. Telah ditetapkan dan diperingati setiap tahunnya, bersamaan dengan itu dilaksanakan Pesta Budaya Nias Barat yang menjadi salah satu momen penggalian budaya, pelestarian dan pengembangan budaya bahkan menjadi ajang promosi daerah. Pada pesta budaya ini ditampilkan seluruh potensi daerah dan kearifan lokal, baik itu budaya leluhur (tidak ditemukan lagi pada acara adat sekarang), budaya tradisional, adat istiadat, tari-tarian sampai pada produk-produk lokal (industri rumahtangga serta kerajinan), produk perikanan, kelautan, pertanian, hortikultura, kehutanan, perkebunan dan lain sebagainya.

Tentu saja dalam mengelola potensi Nias Barat ini, dibutuhkan SDM yang handal dan berkualitas dan dalam hal ini siapa lagi yang diharapkan selain anak-anak daerah Nias Barat sendiri, termasuk lulusan-lulusan dari STTAM Nias Barat ini, tandas Guru Besar UNSRI Palembang itu.

Dalam kesempatan ini juga Profesor menyampaikan kunci sebuah kesuksesan yaitu dengan menerapkan 3K (Kemauan, Kemampuan dan Kesempatan) sembari Profesor menjelaskan satu persatu istilah 3K dimaksud. (Agusrama Laia)


Comment