by

Sebelum Dicopot, Kompol Yuni Sempat Menjabat Sebagai Kasat Narkoba

Jakarta, Mimbar Bangsa – Mantan Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi tengah menjalani proses hukum di bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat lantaran ketahuan menggunakan narkoba jenis sabu.

Berdasarkan hasil tes urine, Kompol Yuni dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu.


untuk penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba tersebut. Pencopotan Kompol Yuni tertuang dalam surat telegram Kapolda Jabar dengan nomor ST/267/II/KEP/2021 tertanggal 17 Februari 2021.

Yuni sendiri sebenarnya merupakan sosok perwira kepolisian yang cukup berprestasi di bidang reserse, khususnya terkait narkotika. Dia sudah malang melintang berkiprah di lingkungan dinas Polda Jabar.

Kompol Yuni dicopot dari jabatannya dan dia sempat menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor saat masih berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Kala itu, Yuni sempat masuk dalam tayangan program televisi 86 ketika memimpin operasi penggerebekan rumah bandar narkoba pada 28 Januari 2016 di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Dari tayangan itu, sosok Yuni muncul sebagai seorang polisi wanita (Polwan) yang memimpin sejumlah penyidik narkoba lainnya meringkus tersangka dan mendapati puluhan pil ekstasi.

Dalam sesi wawancaranya pun, Yuni sempat membeberkan profiling dan pandangannya terhadap para pelaku pengedar, maupun pengguna narkoba yang acapkali mencari lokasi aman sehingga tak terendus polisi.

“Rata-rata setiap orang yang penyalahguna narkoba ada dia pengedar narkoba, dia akan mencari tempat yang sangat-sangat safety yang tidak akan berpikir kami dari pihak kepolisian untuk nyampe ke tempat di situ,” kata Yuni dalam tayangan yang disiarkan di YouTube pada 9 Februari 2016 lalu.

Kemudian, Yuni juga sempat bekerja di Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat. Berdasarkan penelusuran, dia sudah tiga kali menjabat sebagai Kapolsek di wilayah Bandung, yakni Polsek Bojongloa Kidul, Polsek Sukasari, dan Astanaanyar.

Polsek Astanaanyar merupakan salah satu Polsek bergengsi di wilayah kerja Polrestabes Bandung, sebab posisinya yang berada di pusat kota. Tak sedikit perwira pertama polisi yang berlomba-lomba untuk bisa menduduki jabatan tersebut.

Mabes Polri pun bersuara terkait karier Yuni yang sudah sering berkiprah di dunia narkotika selama bertugas sebagai polisi. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan tugas di bidang narkoba tidak selalu identik atau dipastikan rentan terjerat narkoba

Ramadhan mengatakan, tudingan bahwa polisi di bidang narkoba pasti akan terjerembab ke kasus penyalahgunaan juga tidak bisa dipukul rata ke seluruh anggota Korps Bhayangkara.

“Itu tidak bisa digeneralisir. Setiap anggota yang bertugas di narkoba rentan, itu tidak bisa. Nanti seperti apa kita lihat,” kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/2).

Menurut Ramadhan, penangkapan Yuni oleh Propam merupakan bentuk pengawasan berjenjang di internal kepolisian. Sehingga, dia mewanti-wanti agar tak ada polisi lain yang terjerumus dalam kasus serupa.

 

 

 

 

 

Comment

Related Post