by

SAYA MEMBUTUHKANMU JANGAN RUSAKKAN DIRIKU

-Agama-177 views

Siapapun akan tergoda olehnya dan hampir lepas kontrol, Tiada Harapan, Anda seorang rohaniawan, hati-hatilah dengannya.

Rasul Paulus seorang Rasul yang tidak memusingkan persoalan-persoalan yang sifatnya sementara. Rasul Paulus mengajarkan jemaat Efesus dengan berkata: Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. 1 Tim 6:2

Bila Anda mendengar seorang pengkhotbah dan isi khotbahnya berkat dan kesuksesan melulu dengan mengelabaui kata mujizat, bukankah ajaran Tuhan dihujat dan dicibir orang dan berkata: khotbahnya bicara uang dan uang melulu, khotbahnya enak dengar sih, tetapi pulang ke rumah hatiku hampa. Live Style seorang pengkhotbah zaman now sangat berbeda dengan kehidupan rohaniawan yang menjadi pahlawan iman dimasa lampau. Kekristenan mengarah pada materialistik, Jasmaniah dan duniawi. Hal ini yang disuguhkan oleh iblis kepada Yesus saat iblis mencobai Yesus dipadang gurun, yaitu menawarkan harta kekayaan dan kehebatan dunia ini. Matius 4:8-9

Dunia sangat menawarkan materi dan bagaimana menggapinya. Yang pada akhirnya kita jadi orang yang materialistik dan mengukur segala sesuatu dari besarnya harta yang kita miliki. Sadar tidaknya kita. Kita telah menjauhkan diri kita dari Tuhan dan telah mengasihi dunia ini dan apa yang ada didalamnya. Kita tidak memusingkan perkara rohani dan kita akan lupa persektuan dengan Tuhan dan bahkan lupa identitas kita sebagai anak Tuhan, hanya karena mengejar yang namanya KERTAS, bahkan seorang rohaniawanpun lepas kontrol karena dipenuhi dengan keinginan daging.

Para Rasul tidak memusingkan soal-soal itu karena mereka sadar bahwa nyawa tidak bisa dibayar dengan apapun (Markus 8:36). Namun, orang percaya bertanggung jawab atas segala perkembangan dan kemajuan jemaat lokal dan memperhatikan visi-misi Tuhan di bumi. Anak Tuhan memperhatikan jemaat yang Tuhan percayakan kepada mereka, karena jemaat adalah tubuh Tuhan. Jemaat dan orang percaya harus lebih berkorban untuk kemajuan Injil dan cari persekutuan yang membangun dan ajarannya Alkitabiah, jangan asal masuk karena segala sesuatu kita akan pertanggung jawabkan dihadapan Tuhan suatu kelak, bahkan di Wahyu dijelaskan ada jemaat (gereja) yang ditolak atau dihujat oleh Tuhan bahkan disebut jemaah iblis, dan ada jemaat (gereja), yang diberkati Tuhan. (Wahyu 3)

Gereja dan pelayan Tuhan perlu uang untuk menyebarkan misi Tuhan dibumi, dan harus mengelolanya dengan penuh kehati-hatian dan pemipinnya cukupkan apa yang Tuhan percayakan kepadamu. awasilah dirimu dan awasilah ajaranmu, dan jangan rangsang jemaat dengan hal-hal yang duniawi, yang sifatnya berkat dan kesuksesan secara jasmaniah karena berkat dan kesuksesan adalah BERKAT TAMBAHAN bukan yang utama dan pertama. Tetapi, sampaikanlah Injil dengan tegas tanpa kompromi dan berkat itu akan mengikutinya. 1 Tim 4:16

“Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah”.

“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang”.
Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 1 Tim 6:8-10

Kitab suci memberi pesan. Tetapi, engkau hai manusia, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:
Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. 1 Tim 6: 11-16

PERINGATKAN ORANG-ORANG KAYA

Orang kaya jangan tinggi hati dan berharap kepada kekayaan sebagai kekuatan di dunia karena kekayaan sementara saja, lalu lenyap dan tidak akan dibawa sampai mati. Tetapi, berharaplah kepada Allah karena segala sesuatu Allah berikan untuk kita nikmati. Orang kaya diperintahkan Tuhan untuk berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan berbagi, biarlah hartamu kumpulkan di sorga dan bukan dibumi. Matius 6:19-20

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. 1 Tim 6:17-19

Surabaya, 6 Februari 2020
Aris Lase. 0852 1099 0280


Comment