by

Satresnarkoba Polres Serang Kota Ungkap Dua Kasus Pada Waktu yg Bersamaan


 

Kota Serang, Mimbar Bangsa Dua orang Pria berinisial R alias Z (38) dan F (30) menentang jajaran Reserse Narkoba Polres Kota Serang Polda Banten menggunakan obat-obatan Penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu dan Obat Berbahaya disebuah rumah dikawasan Kelurahan Kilasah Kecamatan Kasemen Kota Serang. Minggu (5/7/2020).

“Sebanyak 1 (Satu) bungkus yang berisikan Kristal bening yang di duga Narkotika jenis Sabu seberat 0,59, 102 butir obat berbahaya,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadits Pranoto, S.IK., M.Si., melalui Kasat Narkoba AKP Wahyu Diana, SH., Kepada membangunkan media. Rabu (8/7/2020) diruang mengumpulkan.

Pengungkapan masalah Penyiaran Narkotika dan obat berbahaya ini bermula dari informasi masyarakat.

Berbekal laporan tersebut, personel Satresnarkoba Polres Serang Kota dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Serang Kota AKP Wahyu Diana, SH., Melakukan penyelidikan, Setelah dilakukan pemantauan, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Dalam penggeledahan tersebut didapat 1 (Satu) bungkus yang berisikan Kristal bening yang di duga Narkotika jenis Sabu seberat 0,59, 102 butir obat berbahaya
terdiri dari 72 butir pil obat Eximer
dan 30 butir pil Tramadol, 1 buah Handphone black berrry serta 1 buah Handphone android merk invinix hitam,”tuturnya.

Lebih lanjut AKP Wahyu menjelaskan, tersangka R alias Z mengakui bahwa pil-pil tersebut miliknya yang didapat dari seorang pria berinisial W (DPO),”jelasnya.

“Sedang 1 bungkus yang berisikan Kristal bening yang di duga Narkotika jenis Sabu seberat 0,59 gram diamankan dari tersangka F,” kata AKP Wahyu.

Untuk penyidikan lebih lanjut, barang tersangka berikutnya bukti di Aman di Satresnarkoba Polres Serang Kota.

“Atas tindakannya tersebut, kedua tersangka kita jerat dengan pasal 196 jo 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara 10 hingga 15 tahun penjara dan pasal 116 ayat (1) dan atau pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun, ”pungkasnya. (FN).


Comment