by

Putra Mantan Pimpinan MIT Poso Tewas Akibat Bom yang Dibawa Meledak

-Hankam-174 views

Palu,Mimbar Bangsa Satu dari dua orang daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tewas setelah kontak tembak dengan Satgas TNI/Polri pada Senin (1/3/2021), adalah anak Santoso, mantan pimpinan MIT Poso. Anak Santoso tewas akibat bom yang dibawanya meledak.

Dua DPO MIT Poso yang tewas yakni, Samir alias Alfin asal Provinsi Banten, dan Irul, warga Kabupaten Poso, yang merupakan anak mantan pimpinan MIT Poso, Santoso.


Baca juga :  Munarman Ditangkap Densus 88, Eks Kantor DPP FPI Digeledah

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengungkapkan, kontak tembak tersebut terjadi saat pihak kepolisian mendapatkan informasi, bahwa kelompok MIT tersebut akan melakukan aksi terorisme.

“Dari informasi yang diterima mereka akan melakukan amaliah,” kata Kapolda Sulteng di Palu, Selasa (2/3/2021).

Dalam kontak tembak tersebut, satu DPO yakni Samir alias Alfin, tewas karena mengalami luka tembak di bagian kepala, dan Irul tewas akibat bom yang dibawanya meledak di badannya sendiri.

Baca juga :  Dukung Pernyataan Moeldoko, IBSW: Ancaman Terorisme Nyata

Melarikan Diri
Kapolda Sulteng menyebutkan, dalam kontak tembak tersebut, dua orang DPO lainnya berhasil melarikan diri. Salah satu di antaranya adalah pimpinan MIT, Ali Kalora.

“Mereka waktu itu ada berempat, dan dipimpin oleh Ali Kalora, namun dua orang berhasil kabur dan sampai saat ini masih dalam pengejaran,” jelasnya.

Kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dari dua DPO tersebut, seperti amunisi senjata api laras panjang sebanyak 11 buah, ransel, golok, dan GPS.

Baca juga :  Mabes Polri: Terduga Teroris di Jawa Tengah Sempat Uji Coba Bom

Tidak hanya menewaskan dua DPO MIT Poso, kontak tembak ini juga membuat salah satu prajurit TNI, yakni Praka Dedi Irawan tewas dalam kejadian tersebut.

“Satu prajurit terbaik kita gugur, atas nama Praka Desi Irawa,” terangnya

Hingga saat ini, dua jenazah DPO MIT Poso, masih berada di rumah sakit Bhayangkara Palu. Sementara jenazah TNI, Praka Dedi Irawan, telah diberangkatkan ke Jakarta.




Comment