by

Putra Daerah Muara Enim, Jaksa Agung Era SBY Basrief Arief Meninggal Dunia

Muara Enim, MimbarBangsa.co.id Muara Enim dan keluarga besar Kejaksaan RI kembali berduka, kali ini mantan Jaksa Agung 2010 – 2014 Basrief Arief meninggal dunia. Almarhum tutup usia pada Selasa, (23/03/2021) pukul 10.00 WIB.

Pria kelahiran Tanjung Enim, 23 Januari 1947 itu pernah menjabat sebagai Jaksa Agung pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia menjabat sebagai Jaksa Agung pada 26 November 2010 sampai 20 Oktober 2014.


Sebelum ditunjuk sebagai Jaksa Agung di masa Presiden SBY, Basrief Arief menjabat Jamintel sekaligus Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi atau Tim Pemburu Koruptor.

Dalam perannya sebagai Jaksa, Basrief Arief banyak melahirkan prestasi. Di antaranya adalah berhasil menangkap dua jaksa yang memeras perusahaan di Kalimantan Timur Rp 2,5 miliar. Kedua jaksa tersebut bernama Andri Fernando Pasaribu dan Arif. Mereka merupakan Jaksa fungsional di Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung.

Tak hanya itu, saat Basrief memimpin di Tim Pemburu Koruptor, ia menangkap mantan Direktur Bank Sertivia David Nusa Wijaya yang merupakan terpidana perkara korupsi BLBI senilai Rp 1,3 triliun.

Dikutip dari laman wikipedia Basrief Arief adalah anak dari pasangan Bagindo Bachtiar Arief dan Siti Aminah, orang Minangkabau yang berasal dari Padang Pariaman yang merantau ke Muara Enim, Sumatra Selatan. Ia adalah anak pertama dari sepuluh orang bersaudara. Ayah Basrief merupakan salah satu pejabat di PN Tambang Arang Bukit Asam sampai dengan wafatnya.

Basrief menikah dengan Asminar yang berasal dari Pekanbaru, Riau, dan dikaruniai tiga orang anak (Abraham Arief, Barnal Arief, dan Elfira Arief) serta empat orang cucu.

Masih dari laman resmi wikipedia, Basrief Arief merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas dan Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran. Berbagai pendidikan kedinasan yang ditempuhnya setelah bergabung dengan Kejaksaan Agung, antara lain pendidikan-pendidikan Susdas Wira Intel (1987), Trampil Jaksa Pidum (1988), Spadya (1990), Penyelundupan (1992), Sespanas (1995), Lemhanas (1991), serta Perjanjian RI-Prancis (2003) di Prancis.

Basrief Arief mengawali kariernya sebagai Asisten Pidum Kejaksaan Tinggi Jakarta, kemudian sebagai Staf Ahli Kejaksaan Agung RI, Kepala Biro Umum, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta. Dalam kariernya ia pernah pula menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, kemudian menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Basrief adalah Wakil Jaksa Agung pada tahun 2005 hingga saat pensiunnya pada Februari 2007.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Basrief Arief sebagai pengganti Jaksa Agung Hendarman Supandji yang telah habis masa jabatannya. Basrief dilantik di Istana Negara pada Jumat, 26 November 2010.

Nama Basrief Arief banyak disebut-sebut sejak tahun 2000 ketika ia menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Kejaksaan Agung, yang kemudian juga berkembang seiring jabatannya Jaksa Agung Muda Intelijen. Dalam jabatan tersebut, Basrief pernah menjadi Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi, atau lebih populer disebut Tim Pemburu Koruptor. (Aldo)

Comment

Related Post