by

Proyek Drainase di Desa Sumber Mulyo Tlogowungu Diduga Dari Dana Siluman


PATI, MIMBAR BANGSA Proyek tanpa papan nama informasi merupakan pelanggaran karena tidak sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Yang sangat disayangkan, aturan-aturan ini tidak dihiraukan oleh pihak pengelola proyek pembuatan drainase yang ada di Dukuh Dekem, Desa Sumber Mulyo, Tlogowungu, Pati.

Saat disinggung mengenai proyek tersebut, Sumarli selaku Kepala Desa Sumber mulyo menuturkan,” Saya belum mengetahui kalau papan informasi belum dipasang, nanti saya akan menghubungi Samsi selaku pengelola proyek untuk memasang Papan informasi agar masyarakat bisa mengetahui informasi mengenai proyek tersebut,” Tegasnya, Sabtu (03/10)

Sumarli juga memaparkan, Desa Sumber Mulyo mendapatkan bantuan dari Dana Aspirasi Kabupaten sebesar Rp350.000.000,- untuk pembuatan drainase di 2 titik, titik pertama mendapat bantuan sebesar 100 juta untuk pengerjaan sepanjang 150 meter, dan untuk titik kedua memperoleh bantuan sebesar 200 juta guna pengerjaan Drainase sepanjang 180 meter.

Tetapi dana tersebut belum juga turun sehingga Samsi selaku warga kami dan sebagai pengelola memberi dana talangan pribadi, supaya proyek tersebut bisa segera dikerjakan dan air yang dari atas bisa mengalir kebawah dengan lancar sehingga air tidak menggenangi jalan yang bisa membahayakan pengguna jalan.

Senin siang ini (05/10) saat awak media MimbarBangsa.co.id mendatangi lokasi proyek tersebut, suasana di tempat lokasi proyek sepi dan tidak ada aktivitas pengerjaan sama sekali.

Menurut informasi yang didapat awak media dari warga setempat hari ini tidak ada pengerjaan setelah kemarin hari minggu baru selesai pengerukan, kemungkinan Senin ini dijadikan oleh pihak pengelola sebagai pengganti hari Minggu yang seharusnya para pekerja itu libur.

Hingga saat ini pihak pengelola proyek belum juga memasang papan informasi di kedua titik seperti tidak mengindah teguran dari Kades dan menyepelekan Undang -undang yang berlaku.

(Sugiadi)


Comment

Related Post