by

Polemik Uang Kuliah Mahasiswa YPNS, GMNI Nias Selatan Lakukan Aksi Demonstrasi

Mimbar Bangsa - -Nias Selatan-11 views

Nias Selatan, MimbarBangsa.co.id — Polemik uang kuliah mahasiswa STIE, STKIP, STIH, yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Nias Selatan (YPNS).
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nias Selatan menggelar aksi demonstrasi dalam menyuarakan dan meminta kejelasan tentang nasib ribuan mahasiswa STIE, STKIP, dan STIH yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Nias Selatan. Jumat, 02/07/2021.

Aksi demonstrasi yang digelar GMNI Nias Selatan hari ini, dipimpin oleh Nanda Ronaldo Marunduri. Aksi tersebut, bertujuan untuk meminta penjelasan dari pihak Pemda tentang isu pemberhentian pembayaran uang kuliah mahasiswa oleh Pemda kepada pihak kampus YPNS, sekaligus meminta Pemda Nias Selatan untuk melanjutkan Perda No. 5 tahun 2011 tentang Pembebasan Biaya Pendidikan.

Sebagaimana diketahui, YPNS menunda pelaksanaan Ujian Akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2020- 2021 karena tekendala dana operasional.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nias Selatan, Dr. Martiman S. Sarumaha.

“Benar, penundaan dan permintaan uang kuliah kepada mahasiswa benar adanya. Penundaan Ujian Akhir Semester Genap disebabkan adanya kendala pada Dana Operasional yang belum dibayarkan oleh Pemda Nias Selatan, karena Pemda Nias Selatan dengan YPNS telah mengadakan kerja sama untuk hal itu,” kata Ketua STKIP Nias Selatan kepada Media MimbarBangsa.co.id saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/7/2021).

Pihak Kampus melakukan penagihan kepada mahasiswa untuk melakukan pembayaran uang kuliah, agar dapat mengikuti ujian tanpa kendala. Dari pantauan MimbarBangsa.co.id, angkatan 2017 dimintai uang kuliah sebesar Rp2.500.000,- untuk dua semester. Untuk angkatan 2018 dimintai uang kuliah sebesar Rp2.500.000,- untuk dua semester. untuk angkatan 2019 dimintai uang kuliah sebesar Rp10.500.000,- untuk 4 semester,
dan untuk angkatan 2020 dimintai uang pembangunan dan uang kuliah sebesar Rp6.500.000,- untuk 2 semester.

Akibat tagihan tersebut membuat mahasiswa kelabakan dan khawatir, dikarenakan selama ini uang kuliah tersebut dibayarkan oleh Pemda Nias Selatan. Terlebih pihak Yayasan meminta sebagian pembayaran sebelum 12 Juli 2021, agar dapat diverifikasi sebagai peserta ujian dan sudah harus dilunaskan sebelum tanggal 30 Juli 2021.

Tagihan uang kuliah yang tiba-tiba tersebut, sangat berat kepada para mahasiswa dikarenakan keadaan ekonomi orang tua dan tidak ada kesiapan sebelumnya.

“saya sangat putus asa, karena ini sangat mendesak dan tiba-tiba. Mau tidak mau saya berhenti kuliah karena biayanya sangat besar sekali. Orang tua saya hanya petani. bagaimana bisa mereka mendapatkan uang sebesar itu dalam minggu ini” ujar salah satu mahasiswa dengan muka sedih.

Aksi yang digelar hari ini, Jumat 02/07/2021 di ikuti sekitar 100 orang dengan rute Simpang 5 Teluk Dalam, menuju kantor DPRD Nias Selatan, dan Kantor Dinas Pendidikan Nias Selatan.

Comment

Related Post