by

Petinggi Partai Republik Kecam Trump Habis-habisan

-Amerika-38 views

Washington DC, Mimbar Bangsa – Meskipun Partai Republik berhasil membebaskan Donald Trump dari pemakzulan, Sabtu (13/2/2021) sore waktu setempat atau Minggu pagi WIB, petinggi partai itu mengingatkan bahwa ia tetap memikul tanggung jawab atas kerusuhan di Gedung Capitol 6 Januari lalu dan berpotensi menghadapi dakwaan pidana.

“Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Presiden Trump secara praktik dan moral bertanggung jawab karena memprovokasi rangkaian peristiwa pada hari itu. Orang-orang yang menyerbu gedung ini diyakini bertindak atas keinginan dan instruksi presiden,” kata ketua Fraksi Partai Republik di Senat, Mitch McConnell.


“Keyakinan seperti itu adalah konsekuensi logis dari makin meningkatnya pernyataan bohong, teori konspirasi dan hiperbolisme ceroboh yang terus diteriakkan oleh presiden yang kalah,” kata McConnell saat menyampaikan pidato penutup pada sidang pemakzulan yang telah berlangsung selama lima hari.

McConnell salah satu dari 43 senator Partai Republik yang memilih untuk membebaskan Trump dari pemakzulan dengan alasan Senat tidak punya yurisdiksi untuk kasus ini.

Namun, ia tidak hendak bersikap lunak kepada Trump, dengan mengatakan bahwa para perusuh di gedung Capitol sebelumnya telah dicekoki dengan kebohongan oleh Trump, “yang marah karena kalah dalam pemilihan”.

“Pemimpin sebuah negara merdeka tidak boleh selama berpekan-pekan terus menjerit bahwa ada kekuatan tak terlihat yang mencuri negara ini kemudian berpura-pura terkejut,” kata McConnell.

Menurutnya, Trump terlihat punya tekad untuk mengubah hasil pemilihan presiden, “atau kalau tidak ia akan membakar lembaga-lembaga negara saat lengser”.

McConnell juga mementahkan argumen tim hukum Trump bahwa ia tidak tahu kalau Wakil Presiden Mike Pence ketika itu juga terancam keselamatannya di Gedung Capitol.

“Kita tahu bahwa ia menyaksikan siaran langsung televisi seperti kita. Massa perusuh menyerbu gedung Capitol dengan membawa namanya. Presiden tidak segera bertindak. Ia tidak mengambil langkah agar hukum federal ditegakkan sehingga ketertiban bisa dipulihkan,” kata McConnell.

Namun, menurut McConnell, memakzulkan Trump tidak dilakukannya karena Trump sudah tidak lagi menjabat sehingga berada di luar yurisdiksi Senat, argumen yang sudah dibantah oleh tim pemakzulan dari Partai Demokrat.

Namun, ia mengindikasikan bahwa sebagai warga negara biasa sekarang ini Trump tidak lagi memiliki kekebalan hukum.

“Presiden Trump masih bisa diproses atas semua yang ia lakukan ketika masih menjabat, sebagai warga negara biasa. Ia belum lolos sepeniuhnya,” kata McConnell.

Sumber: Beritasatu

Comment

Related Post