by

Periksa Pelaksana Politeknik STAN, KPK Dalami Aliran Dana Kasus Suap Pajak

Jakarta, MimbarBangsa.co.id — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Tim penyidik saat ini sedang mengusut aliran uang dari sejumlah wajib pajak kepada pejabat Ditjen Pajak terkait pemeriksaan pajak. Hal ini salah satunya dilakukan tim penyidik saat memeriksa PNS Kementerian Keuangan yang juga Pelaksana Poltikenik STAN, Febrian, Senin (22/3/2021).

“Dikonfirmasi di antaranya terkait dugaan adanya aliran sejumlah uang yang diberikan oleh wajib pajak kepada pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (23/3/2021).


Diketahui, KPK sedang menyidik kasus dugaan suap bernilai puluhan miliar rupiah terkait penurunan nilai pajak di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu). Dalam proses penanganan perkara korupsi yang dilakukan KPK, peningkatkan status perkara ke tahap penyidikan diiringi dengan penetapan tersangka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua pejabat pajak yang telah menyandang status tersangka kasus ini, yaitu Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak serta Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak.

Kedua penyelenggara negara itu diduga menerima suap dari beberapa konsultan dan kuasa pajak di sejumlah perusahaan. Informasi itu menyebut, Angin dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, serta Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

 

Sumber: BeritaSatu.com

Comment

Related Post