by

Penonton PON Dibatasi 25 Persen Dari Kapasitas Venue

Mimika, MimbarBangsa.co.id – Membludaknya penonton pada pertandingan cabang olahraga futsal menjadi perhatian serius dari Sub PB PON Klaster Mimika, baik dari sisi tiketing maupun protokol kesehatan. Penonton pada semua pertandingan dibatasi hanya 25% dari kapasitas venue.

Koordinator Bidang Pemasaran Sub PB PON Klaster Mimika, Ida Wahyuni saat memberikan keterangan kepada awak media di Media Center PON Klaster Mimika, Minggu (26/9/2021), mengakui adanya kesalahan teknis dalam pengaturan penonton.

Cabang olahraga futsal dan basket, kata dia, menjadi perhatian khusus karena merupakan cabor dengan peminat yang sangat tinggi. Khusus pada Gor Futsal, penonton hanya bisa melalui pintu 3. Itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penonton tanpa tiket.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengungkapkan euphoria penonton futsal sangat tinggi terutama saat tim Papua dan Sulawesi Selatan bermain.

Masyarakat kata dia, tidak bisa dilarang untuk menonton. Tapi tidak harus ke venue, karena ada tayangan siaran langsung di televisi maupun streaming.

Tapi karena euphoria, penonton di venue membludak. Protokol kesehatan diabaikan. Padahal yang disyaratkan Satgas Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga hanya 25% dari kapasitas venue. “Tapi dalam beberapa pertandingan sudah melebihi kapasitas,” katanya.

Untuk itu dalam pertandingan selanjutnya panitia mulai ketat. Satgas yang terdiri dari Dinkes Mimika, TNI dan Polri akan berada di venue untuk melakukan pengawasan.

Jarak duduk antar penonton 2 meter. Kapasitas hanya 25% sehingga diperkirakan hanya 375 orang yang bisa masuk di Gor Futsal.

Aturan ketat lain juga akan diberlakukan. Penonton dilarang membawa botol air minum, makanan termasuk rokok untuk memastikan tetap memakai masker. Supporter juga dilarang membawa poster, bendera bahkan alat musik.

Penonton tidak boleh berteriak. Hanya bisa tepuk tangan. Sejak datang hingga pulang, masker harus terpasang dengan baik dan benar menutupi hidung dan mulut hingga dagu.

Penonton dengan komorbid, lansia, ibu hamil dan anak-anak di bawah 12 tahun tidak boleh memasuki ruangan.

Sampai pertandingan selesai, saat keluar dari gor, penonton diatur agar tetap menjaga jarak. Pada malam hari tidak boleh konvoi mengingat Mimika masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 sehingga kegiatan hanya sampai pukul 20.00 WIT atau jam 8 malam.

Reynold Ubra berharap, masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik dimulai dari penerapan protokol kesehatan. “Dalam protokol kesehatan harus menjadi contoh. Kita buktikan bahwa Papua sukses menyelenggarakan PON di tengah pandemi,” jelasnya.

Kasus Covid-19 di Mimika ditambahkan Reynold terus menurun. Cakupan vaksinasi sudah hampir mencapai 61%. “Kami sangat berharap, jika tetap euphoria, mari kita tetap tertib dalam protokol kesehatan,” tegas Reynold. (Media Center Mimika/toeb)

Comment

Related Post