by

Pemprov Sumut Siapkan Anggaran Rp500 Miliar untuk Tangani Corona


Medan, Mimbar Bangsa Pemprov Sumatera Utara (Sumut) mengatakan ada anggaran Rp 500 miliar yang disiapkan untuk menangani virus Corona di Sumut. Dana tersebut diambil atau refocusing dari anggaran dinas-dinas yang ada.
“Kita lakukan penghematan dari masing-masing OPD dan penghematan itu dari belanja makan, minum, rapat-rapat, perjalanan dinas, termasuk dari kegiatan yang mengumpulkan massa. Uangnya itu dikumpulkan dimasukkan ke belanja tidak terduga direncanakan Rp 500 M,” kata Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut Ismael P Sinaga, Kamis (2/4).
Dia mengatakan, refocusing anggaran dari dinas-dinas yang ada di Sumut untuk penanganan corona merupakan perintah Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Dia mengatakan, Edy juga sudah menyurati bupati/wali kota se-Sumut untuk melakukan refocusing anggaran demi menangani virus corona.
“Tentu kemudian salah satu daripada yang direkomendasikan pemerintah kabupaten/kota itu diharapkan bisa menangani dampak sosial ekonomi dari mewabahnya Covid-19,” ujarnya.
Ismael menyebut, Gugus Tugas Covid-19 Sumut akan membuat rencana kebutuhan belanja untuk penanganan Corona. Dia menyebut, Pemprov Sumut juga meminta pendampingan BPKP dalam penggunaan dana tersebut.
“Dibuat rencana kebutuhan belanjanya oleh unit-unit dalam Gugus Tugas. Itulah nanti akan diajukan ke BPKAD melalui OPD teknis yang secara fungsional membidangi. Jika dia terkait kesehatan maka Dinas Kesehatan yang mengajukan. Itu teknis,” tuturnya.
Jumlah yang disiapkan ini naik dibanding pernyataan Gubsu Edy pada Senin (16/3). Saat itu, Edy mengatakan, ada anggaran Rp 18 miliar yang siap digunakan untuk penanganan virus corona.
“Biaya yang kita gunakan biaya tidak terduga. Biaya tidak terduganya Sumut ini Rp 30 M. Rp 12 M-nya sudah dipakai di Labura (Labuhanbatu Utara), Tapteng. Tinggal Rp 18 M, kalau nanti tidak cukup, nanti kita gunakan di P yang akan datang,” ucap Edy, Senin (16/3).
BERTAMBAH
Sementara itu dilaporkan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang ada di Sumut hingga Kamis (2/4) sore kembali mengalami kenaikan dari 2.970 menjadi 3.338 orang. Namun sisi baiknya jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) menurun dari 88 menjadi 84 orang.
“Artinya terjadi peningkatan terhadap ODP yang melapor sebesar 11% dan PDP mengalami penurunan sebesar 4,5%,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah MM kepada wartawan, Kamis (2/4).
Sedangkan untuk pasien positif, Aris menyebutkan, jumlahnya saat ini masih 30 orang. Dimana 25 di antaranya menggunakan pemeriksaan laboratorium metode PCR dan lima menggunakan rapid test. “Dari 30 orang ini, tiga di antaranya meninggal dunia,” sebut dr Aris.
Disinggung soal penderita positif yang sembuh, Aris mengaku sampai hari ini semuanya masih sedang dalam pengawasan dan tetap diisolasi. Tetapi ia optimis, tidak lama lagi di Sumut bertambah jumlah pasien yang sembuh dari angka pasien yang positif tersebut.
Sisi lain, dua rumah sakit rujukan untuk merawat pasien terpapar virus corona sudah dioperasionalkan. Kedua rumah sakit tersebut, yakni RS GL Tobing di Tanjungmorawa dan juga RS Martha Friska Jalan Multatuli Medan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini menyampaikan RS GL Tobing saat ini juga sudah beroperasional secara lengkap dan sudah menangani pasien-pasien yang dirujuk dari rumah sakit penyangga di Kota Medan dan kabupaten/kota di Sumut.
Kemudian, RS Martha Friska, pada hari Kamis sudah dibuka Gubsu secara resmi sebagai RS kedua rujukan Covid-19. “Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga terus menyiapkan tempat-tempat isolasi sebanyak 11 lokasi, sebagai antisipasi bila ada terjadi lonjakan pasien,” ungkapnya.
Lebih lanjut Aris menjelaskan, saat ini lebih kurang 4.000 KIT untuk rapid test juga telah didistribusikan ke seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah-rumah sakit untuk digunakan sebagai screening awal dalam menemukan kasus positif. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19 secara lebih cepat.
“Begitu juga APD sudah didistribusikan ke rumah-rumah sakit, dan ini akan terus kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang menjadi lini terdepan dalam perawatan pasien Covid-19,” jelas dr Aris yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Asahan.
Sementara itu, Rumah Sakit (RS) Martha Friska Jalan Multatuli Medan resmi beroperasi untuk menampung pasien yang terpapar virus corona (Covid-19), Kamis (2/4). Dilengkapi 110 ruang isolasi, diharapkan rumah sakit itu dapat memercepat penanganan wabah Covid-19 di Sumut.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memantau langsung kesiapan RS dan mengikuti simulasi penanganan pasien. Didampingi Asisten Pemerintahan Arsyad Lubis, Kepala Dinas Kesehatan dr Alwi Hasibuan MKes, Kasatpol PP Sumut Suriadi Bahar serta Koordinator Pelayanan Medis Gugus Tugas Provinsi Sumut Handoyo dan dr Restusi Saragih, gubernur memulai peninjauan dari seluruh aspek seperti keamanan, kebersihan, sterilisasi lokasi dan lainnya.
Adapun ruangan yang tersedia di RS Martha Friska Multatuli sebanyak 110 kamar. Berikutnya, akan dibuka pula 120 kamar di RS Martha Friska Brayan dengan harapan dapat mempercepat penanganan pasien Covid-19. “Kalau masih tak cukup, akan kita buka terus di rumah sakit lain,” jelas Edy. (detikcom/M17/c)

Comment

Related Post