by

Pemdes Rawa Panjang Prioritaskan Infrastruktur Sebagai Transportasi Ekonomi, Gelontorkan Dana Rp.1 Miliar


Kab. Bogor, MimbarBangsa.co.id — Kinerja serta loyalitas dalam membangun desa dimana pembangunan jalan desa merupakan hal terpenting dalam meningkatkan jalur ekonomi masyarakat desa tersebut. Hal ini peran pemerintah desa (Pemdes) Rawa Panjang berupaya semaksimal untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan warga desa, Jumat (8/01/2021).

Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Amin Husein, mengatakan karena penginputan data melalui sistem, yaitu tentang pengajuan anggaran pembangunan desa pada 2021-2022, maka terpilih Desa Rawa Panjang memperoleh anggaran dari APBD.


“Kita (Pemdes) dikasih batas waktu sampai hari terakhir kemarin. Alhamduillah keputusan dalam rapat, Desa Rawa Panjang mendapatkan anggarannya, sedangkan di Desa Bojong Baru belum memperoleh, karena akan saling bergantian,” tutur Amin pada MimbarBangsa.co.id di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, berkaitan dengan kepentingan masyarakat baik transportasi, ekonomi dan komunikasi memang sangat mendasar sekali, dibutuhkan oleh warga desa. Karena adanya akses pada masyarakat, yaitu terkait permasalahan transprotasi serta ekonomi maupun komunikasi harus ada sarana dan prasarana.

“Saya punya jalan desa, yaitu dua (2) jalan desa pada 2021 dimana jalan desa mulai Gang Langgar hingga kurang lebih sekitar 8 meter dan 400 meter, dengan lebar tiga (3) meter (3 x 20 cm). Saya buka jalan desa yang dari tahun 1995 itu belum pernah tersentuh. Karena kedepannya kita akan merasa tanggung jawab. Saya pada saat era pemerintahan yang belum berakhir dimana kegiatan-kegiatan ke depan memang harus kita siapkan dari sekarang. Kita ada program ataupun perubahan struktur internal, silakan saja, itu wewenang Kepala Desa. Kami bekerja secara profesional pada saat pemerintahan.  Ketika ada Kepala Desa terpilih struktur, tentunya sesuai dengan mungkin komitmen Kepala Desa itu sendiri kepada tim pemenangan. Artinya, kami tidak lepas begitu saja semua, nanti akan pada akhirnya dipresentasikan sesuai dengan musyarawah desa (Musrembangsa) saat berjalan. Dan sistem keuangan desa kembali, bilamana undang-undang dan peraturan itu tidak mengikat konsekuensinya,” tutupnya. (Prayitno)

 


Comment