by

Pemdes Desa Gunung Putri Berupaya Tingkatkan PAD, Sejahterakan Masyarakat Desa


Kab. Bogor, MimbarBangsa.co.id —  Membangun masyarakat yang berbudaya serta kearifan lokal dalam membayar pajak membutuhkan transparansi dan kejujuran dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Desa Gunung Putri. Hal ini sebagai strategi untuk menyadarkan tentang kewajiban dimana kehadiran dari pemerintah desa (Pemdes) dengan tagihan pajak secara langsung pada masyarakat, bukan melalui keterpaksaan semata, Rabu (30/12/2020).

Menurut Kepala Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Daman Huri, mengatakan bagaimana masyarakat bisa mempercayai dengan memaksimalkan adanya potensi-potensi sumber daya alam. Namun bagaimana untuk permasalahan dalam inovasi serta mendapatkan hasil yang besar dan berkelanjutan.


“Bagaimana kita membangun kalau masih kecil PAD, makanya saya kan punya inovasi, yaitu ada tiga (3) maksimal. Karena banyak menyerap tenaga kerja, kampung ramah lingkungan (KRL) sebagai salah satu program besar dan sangat bagus. Sebab menurut saya, Ibu Bupati Bogor (Ade Yasin) sangat konsen terhadap lingkungan,” ujar Daman Huri pada MimbarBangsa.co.id di ruang kerjanya.

Lanjutnya, sebab pada program bank sampah akan menjadi claster-claster adanya ketahanan pangan di desa tersebut.

“Tentu saja harus ada pemasukan gimana orang disuruh menata lingkungan hanya mengeluarkan uang, tidak ada pemasukan lama-kelamaan selesai. Makanya saya di 2021 itu harus bisa menghasilkan satu (1) produk yang berproduksi sehingga bisa menghasilkan uang untuk anggota dan masyarakat sekitar. Contonya, sampah-sampah mereka ternyata udah ada uang kasnya Rp.1.500.000-‘, karena dari program sampah untuk tiap RW menjadi ketahanan pangan, misalnya menanam cabe rawit dan satu (1) rumah punya 10 poliback, kalau 400 KK. Sedangkan Dinas Perikanan Dan Peternakan belum memperhatikan, namun sudah diajukan proposal. Pemdes pun bersinergi, koordinasi antara pemerintah kabupaten (Pemkab). Kita akui keberadaan ini mengalami penurunan di bidang ekonomi dan sistem ekonomi nasional,” pungkasnya. (Prayitno)

 


Comment