by

Pdt. Aperli Gulo Kembali Santuni Keluarga Berkebutuhan Khusus

Nias Barat, MimbarBangsa.co.id — Hamba Tuhan Pendeta Aperli Gulo, S.Th., M.Th. kembali menyantuni satu keluarga berkebutuhan khusus di Desa Sihare’o, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Rabu (17/11/2021).

Pdt. Aperli Gulo yang ditemani Usman Laia, Waoli Lase, Nofaomasi Laia, dan Kemauan Gulo mengunjungi keluarga yatim piatu tersebut dengan mendoakan serta berbagi tali kasih dengan memberikan sembako untuk kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut.

Keluarga yang beranggotakan 5 orang ini berstatus anak yatim piatu. 3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yang semuanya sudah berusia di atas 45 tahun.

“Adik bungsunya sudah berusia lebih dari 45 tahun,” kata salah seorang warga Desa Sihare’o, Kecamatan Mandrehe Utara yang egan menyebutkan namanya.

Kesaksian warga setempat, mengatakan bahwa kelima orang ini mengalami gangguan jiwa, namun tidak pernah membuat onar di lingkungan tersebut.

Sehari-harinya mereka hidup dari uluran tangan saudara atau tetangga dan dari hasil tanaman yang masih hidup di kebun peninggalan orangtuanya.

Kelimanya hidup dalam satu rumah papan yang beralaskan semen dengan atap daun rumbian yang sudah lusuh dan sebagian sudah bocor.

Bagian belakang rumahnya yang biasanya dipakai untuk masak dan makan, kini sudah tidak bisa dipakai karena sudah roboh dimakan usia.

 

Melihat hal tersebut, Pdt. Aperli Gulo, M.Th. yang juga berkehidupan pas-pasan terpanggil untuk melihat dengan penuh kasih, mengajak mereka ngobrol-ngobrol, dan mendoakan kelimanya.

Dua orang dari antaranya kabur ketika mereka tahu bahwa rumahnya akan dikunjungi oleh orang lain. 3 orang lagi tinggal di rumah yang tidak layak huni tersebut. Kadang-kadang 2 orang dari antara bertiga merasa keberatan dengan sesekali menolak untuk diajak berbicara oleh siapapun.

Namun keadaan ini tidak membuat Pdt. Aperli Gulo untuk mundur. Dengan penuh kasih, Kepala Koordinator Rumah Belajar SAAB Shares Kepulauan Nias ini terus mengajak mereka berbicara yang akhirnya pembicaraan dan canda berlangsung sekitar 30 menit.

Ini bukan pertama kali Pdt. Aperli Gulo berbagi kasih dengan keluarga tersebut. Sebelumnya juga melalui tim yang dipimpin oleh Kemauan Gulo, Pdt. Aperli Gulo telah berbagi kasih ala kadarnya untuk meringankan beban yang mereka alami.

Kau’u Gulo pria tertua di antara 5 bersaudara tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Aperli Gulo, M.Th. dan tim atas uluran tangan dan doa yang telah disampaikan untuk keluarganya dan berharap agar mereka terus didoakan dan segera sembuh sehinga bisa hidup layaknya manusia lainnya.

“Terima kasih kepada pak Pendeta dan tim, mohon untuk terus mendoakan kami, agar kami bisa sehat kembali layaknya manusia lainnya,” kata Kau’u Gulo yang juga tidak jauh beda dengan adik-adiknya.

Aperli Gulo yang ditemui MimbarBangsa.co.id pada saat itu menyampaikan bahwa kelima ini kakak beradik, belum berkeluarga walau sudah berumur setengah baya.

Aperli Gulo juga menyampaikan bahwa kedatangannya kali ini untuk melihat langsung keadaan keluarga tersebut.

“Sebelumnya saya sudah mendengar dari teman bahwa ada keluarga yang berkebutuhan khusus di tempat ini, waktu itu saya tidak bisa hadir langsung karena kesibukan lain, tapi saya hanya menitipkan sedikit berkat untuk meringankan kebutuhan mereka. Nah, kali ini saya datang langsung bersama teman-teman untuk melihat, mendoakan, dan juga berbagi tali kasih dengan mereka,” tuturnya.

Aperli Gulo juga berjanji akan berusaha mencari solusi untuk mengurangi beban dan terus mendoakan kelimanya, sehingga mereka bisa hidup sebagaimana layaknya manusia lainnya. (Red/Tim)

Comment

Related Post