by

Pakar: Konflik di Demokrat Akibat Lemahnya Kepempinan AHY

-POLITIK-58 views

Jakarta, Mimbarbangsa.co.id —  Konflik di tubuh Partai Demokrat menarik perhatian publik. Pasalnya, belum setahun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin, prahara di partai berlambang bintang mercy yang dipimpinnya mengalami gugatan dari para pendiri partai.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Nasional Lely Arrianie menilai konflik internal Partai Demokrat yang berujung Kongres Luar Biasa (KLB) akibat kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang lemah.


“Seandainya dulu AHY itu memimpinnya gak lemah ya tidak secepat itu, ya dia kan baru, mulus lah dia didukung 93% suara waktu kongres itu kan, nah kalau kemimpinan dia gak lemah dia bertahan,” tutur Lely, Rabu (31/03/2021).

Menurutnya konflik internal partai politik hampir semua mengalami dan lazim terjadi, mulai dari orde baru, PDI kepemimpinan Suryadi berhadapan dengan Megawati Soekarno Putri, PKB Muhaimin Iskandar versus PKB Ali Maskur Musa (Gus Dur), PPP Romahurmuziy lawan PPP Djan Faridz, lalu kepengurusan Golkar Abu Rizal Bakrie tanding dengan Golkar Agung Laksono, Partai Hanura dan Berkarya.

“Tapi yang saya lihat fenomena di Partai Demokrat ini berbeda, sepertinya memang apa yang mereka duga yang mereka tuduhkan dari kelompok KLB di Sumatera Utara itu yang menyatakan sepertinya Demokrat ini ingin dibawa ke politik dinasti, seolah-olah yang berhak memimpin partai itu hanyalah orang-orang yang dari trahnya SBY,” ungkapnya.

Lely menambahkan, keputusan menetapkan AHY menjadi pemimpin Demokrat dianggap sebagai pemimpin karbitan tanpa melalui proses politik yang panjang. Kata Lely kesalahan terbesar partai politik tidak pernah menyiapkan kadernya secara meritokrasi.

“Saya melihat AHY seperti di karbit, berbeda dengan adiknya (Ibas) yang notabene sudah lebih dulu terjun ke politik, yang pernah menjadi ketua fraksi meskipun juga seperti dipaksakan dan sebagainya,” ungkap Lely yang juga Presidium Asosiasi Ilmuwan Komunikasi Politik Indonesia (AIKPI).

Lanjut Lely, prosesi peralihan kemimpinan Partai Demokrat dianggap tidak semestinya, yang nampaknya relasi patron klien dibangun demikian kuat karena SBY adalah patronnya, sedangkan kader-kadernya adalah si kliennya.

“Model semacam ini, model relasi patron klien yang dibangun di partai, regenerasi tanpa meritokrasi, menajemen partai yang lemah, kepemimpinan yang lemah, ini yang menyebabkan orang membaca partai Demokrat ini bukan makin maju justru makin tenggelam,” bebernya.

Selain itu, menurut Lely kekhawatiran kader Demokrat akan semakin tenggelam jika terus dipimpin AHY, melihat track record Partai Demokrat terus mengalami penurunan suara.

“Dan agak aneh juga, partai politik itu Golkar saja yang demikian parahnya 32 tahun dari nomor 1 paling banter terjun ke nomor dia 2 kan, nah Demokrat itu dari nomor 1 terjun ke nomor 6 itu bagaimana ceritanya,” ungkapnya.

Comment

Related Post