by

Oknum ASN Nias Barat Ditangkap Karena Kasus Cabul Anak di Bawah Umur

Nias Barat, MimbarBangsa.co.id — Seorang oknum Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di salah satu Puskesmas Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat diamankan anggota Polres Kota Besar Medan (Polrestabes Medan) yang dipimpin oleh Panit 2 UPPA Ipda Erpan di Puskesmas Mandehe Utara, Kabupaten Nias Barat pada hari Selasa (28/9/2021).

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting membenarkan adanya oknum ASN dari Nias Barat yang diamankan terkait dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Benar, laki-laki berinisial WN berprofesi ASN di Nias Barat sudah diamankan oleh Sat Reskrim Polrestabes Medan. Dan saat ini WN sedang ditahan di Rumah Tahanan Polres Polrestabes Medan,” ungkap AKP Madianta Ginting kepada Media MimbarBangsa.co.id saat dihubungi melalui telephone selulernya.

Selanjutnya AKP Madianta Ginting menambahkan bahwa WN diamankan berdasarkan laporan Nomor: STTLP/2460/X YAN.2.5/2019/SPKT RESTABES MEDAN tertanggal 29 Oktober 2019 perkara cabul.

Di dalam laporan Nomor: STTLP/2460/X YAN.2.5/2019/SPKT RESTABES MEDAN tertanggal 29 Oktober 2019 tersebut, pelapor atas nama Kirisman Laia menyampaikan bahwa kerjadian cabul tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 2019 sekitar pukul 08.30 WIB, tempat kejadian di Hotel Selayang Pandang II, Tanjung Sari, Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara dengan korban seorang anak perempuan di bawah umur berinisial KL.

Dikutip dari media online Mitra.tv, korban menuturkan kejadian yang menimpa dirinya sebagai berikut;

Kronologis kejadian:

Di awal saya kenal dengan Waristo Ndruru (WN) (Pelaku), saat pelaku kuliah di medan pada tahun 2017 saat itu saya masih duduk di bangku SMA kelas Satu (1) saya dan pelaku berjumpa dan berkenalan, pelaku tinggal di rumah kakak sepupunya yg berdekatan dengan rumahku seiring perkenalan kami lalu kami berpacaran dan setahun kami berpacaran hubungan kami berjarak jauh karna dia berada di nias hanya beberapa kali balik kemedan dan pada saat kami berpacaran si pelaku mengikuti ujin CPNS dan dia lolos setelah itu tahun 2019 bulan januari dia datang kemedan berjumpa dengan saya, saat itu dia mengajak saya di Hotel Selayang Pandang Dua (2) arah ke simpang selayang. Saya bertanya kenapa kita pergi kesini, lalu dia mengajak membujuk saya untuk masuk ke kamar Hotel yang telah di pesannya. Tak habis dari situ, pelaku membujuk dan merayu saya dengan iming iming saya akan dinikahinya, karena dia telah lolos menjadi CPNS pada saat itu. Karena rayuan tersebut akhirnya saya menuruti apa kata pelaku untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri sebanyak dua (2) kali. Setalah kejadian saya menutupinya dengan tidak memberitahukannya kepada orang tua saya. Ucap korban kepada Awak Media mitratv.com

Pada bulan Maret 2019 saya mengabarkan pelaku bahwa saya telat datang bulan dan saya pun pergi ke apotik untuk membeli tespek dan hasilnya postit, tapi pelaku malah tidak ingin bertanggung jawab dan mengancam saya” kalau tidak kamu gugurkan, saya akan meninggalkan kamu” ungkap korban dengan meneteskan air mata.

Masih keterangan korban, Pada Bulan Agustus 2019 pelaku balik lagi ke medan dan tinggal kost tempat temannya jalan Sumarsono dekat Kampus Helvetia, pelaku menelpon saya dan ingin berjumpa, lalu saya mendatanginya di kost tersebut pelaku bercerita tentang masalah yg saat itu dia hadapi dan alasan dia kemedan dan saya menceritakan ke dia (Pelaku) kalau saya sedang mengandung anaknya. Ke esokan harinya pelaku meminta saya untuk menjumpainya kembali dan dia mengajak saya untuk berhubungan badan lagi. Karena dirayu dan diberi janji janji akan dinikahkan, saya pun pasrah. dan dengan bodohnya saya percaya lagi dia bilang setelah ini semua selesai dia akan bertanggung jawab akan menikahi saya, dia bilang kepada saya untuk tidak menceritakannya lagi ke keluarga atau saudara yg lain. setelah beberapa hari dia di medan diapun balik ke Nias, lalu saya menagih janjinya karena perut saya semakin lama semakin besar, tapi apa jawaban yang saya dapat, semua hanya kebohongannya saja.

Dari hasil hubungan saya dengan pelaku, Pada Tanggal 27 Oktober 2019, Saya pun melahirkan. Iya saya melahirkan di toilet tempat saya kerja di sebuah restoran, tanpa ada bantuan siapapun saya melahirkan bayi Laki-laki. dan karna teman saya curiga, karena kelamaan di toilet, akhirnya mereka menyusul saya ke atas, mereka mendengar suara bayi menangis akhirnya mereka mendobrak pintu karna sy sudah tidak sadarkan diri dilarikan ke klinik. Keluarga saya di beritahu lalu mereka datang mereka menelpon si pelaku tapi dia masih menyangkal dan tidak ingin bertanggung jawab dan pada sore harinya anak saya sudah tidak terselamatkan. Sambil menangis, korban berkata sedih jika diingat ingat kembali bg tuturnya kepada Awak Media.

Ketika tinyakan, apakah korban telah mengetahui kalau pelaku telah diamankan, korban menjawab ia bg. Hari Rabu kemarin saya di panggil ke PPA Polrestabes Medan. Korban berharap agar pelaku dihukum seadil adilnya karena gara gara pelaku saya putus sekolah dan tak tau lagi bagaimana nasibku ini kedepan bg. Tutup Korban

Kutipan di atas belum diedit sama sekali oleh redaksi MimbarBangsa.co.id.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting menyampaikan, atas perbuatan tersangka dipersangkakan Uu Perlindungan Anak tentang dugaan persetubuhan dan Perbuatan Cabul Anak.

“Kita persangkakan Uu Perlindungan Anak Ttg dugaan persetubuhan dan Perbuatan Cabul Anak,” kata Madianta Ginting melalui pesan Whatsapp. (Waoli Lase)

Comment

Related Post