by

Nadiem Jawab Jokowi soal Terobosan Selama Jadi Mendikbud

Jakarta, MimbarBangsa.co.id — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim¬†mengaku telah melakukan sejumlah terobosan selama menjabat menteri. Beberapa di antaranya, mengubah Ujian Nasional dengan Asesmen Nasional.

Hal itu Nadiem sampaikan saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei kemarin.


Nadiem mengatakan juga mencetuskan program Guru Penggerak untuk memperbaiki sistem kepemimpinan di sekolah; perbaikan penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS); termasuk program Kampus Merdeka.

“Bisa kita ukur, per sekolah ada peta-petanya. Ini program big data pertama kita. Pak Presiden sering menagih saya lakukan digital government. Ini step pertama kita,” kata Nadiem di akun YouTube Kemendikbud RI, Minggu (2/5).

Jokowi semula mengungkapkan keinginannya agar pendidikan Indonesia, inklusif dan merata. Pendidikan, kata Jokowi, harus dirasakan semua anak yang berada di pinggiran, wilayah pelosok, atau pedesaan.

“Tapi pendidikan yang berkualitas, yang kompetitif. Dua-duanya harus berjalan bersamaan. Ini kan yang saya tugaskan ke Mas Menteri,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung ihwal digitalisasi di sekolah. Di hadapan Nadiem, ia mengatakan digitalisasi kian cepat selama lebih dari setahun pandemi Covid-19. Ia pun menanyakan proses pembelajaran jarak jauh kepada Nadiem.

Menjawab Jokowi, Nadiem bilang pembelajaran jarak jauh selama pandemi memang banyak menghadapi kendala. Namun, kondisi itu justru membuat banyak guru dan siswa semakin melek dan sadar betapa penting platform digital.

“Jadi ini kesempatan emas bagi kita untuk ikuti perkembangan dan menggunakannya untuk transformasi pendidikan,” kata Nadiem.

“Jadi, sudah ada terobosan?” tanya Jokowi kemudian.

Nadiem pun membeberkan sejumlah programnya mulai dari Asesmen Nasional, Guru Penggerak, perbaikan sistem penyaluran dan pelaporan dana BOS, dan Kampus Merdeka.

Lewat Asesmen Nasional yang menjadi pengganti UN, kata Nadiem, siswa bakal dinilai berdasarkan kemampuan literasi dan numerasi. Siswa juga bakal mengikuti survei karakter dalam asesmen tersebut.

Menurut Nadiem, survei bisa memetakan situasi siswa di sekolah terkait isu intoleransi, kekerasan seksual, hingga perundungan.

“Bisa kita ukur, per sekolah ada peta-petanya. Ini program big data pertama kita. Pak Presiden sering menagih saya lakukan digital government. Ini step pertama kita,” katanya.

Menjawab Jokowi soal perbaikan infrastruktur dan teknologi sekolah, Nadiem mengatakan dirinya telah memprioritaskan koneksi internet di sekolah. Ia juga tengah menyiapkan program distribusi laptop terbesar yang pernah ada.

“Bekerja sama dengan Menkominfo untuk memastikan sekolah jadi prioritas koneksi internet. Dari Kemendikbud kami siapkan program distribusi laptop terbesar yang pernah terjadi,” lanjut Nadiem.

Nadiem ditunjuk sebagai Mendikbud pada Oktober 2019 lalu. Nama Nadiem santer dalam bursa menteri Jokowi yang bakal diganti usai peleburan Kemendikbud dan Kemenristek.

Namun, isu itu telah dijawab Jokowi dengan menunjuk Nadiem untuk memimpin kementerian baru tersebut. Mantan bos Go-Jek itu resmi menjabat Mendikbudristek per 28 April 2021.

Sumber: CNN INdonesia

Comment