by

Mensos Tinjau Pendistribusian Baksos dari Presiden Tahap Ke-6, di Desa Citeureup Dan Korban Longsor


MimbarBangsa.co.id, Desa Citeureup, Kab. Bogor — DALAM kunjungan kerjanya Kementerian Sosial (Kemensos-RI) Juliari P. Batubara di beberapa desa, yaitu Desa Sukajaya dan Desa Citeurup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, untuk meninjau secara langsung dan menyerahkan jaminan hidup bagi para warga maupun yang terdampak bencana longsor tahun lalu, serta disambut dengan antusias dalam menerima bantuan tersebut, Senin (06/07/2020).

Menurut Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara, mengatakan untuk pendistribusian bantuan sembako dari Presiden ini sangat penting, karena sudah memasuki tahap ke-6. Dijelaskannya, warga yang sudah menerima bantuan tersebut, selanjutnya akan mendapatkan dalam 6 bulan sebulan sekali.

“Setelah itu, saya juga turun ke sini (Desa Citeureup-red) melihat penyaluran bantuan sembako karena ini tahap terakhir dari enam tahap, dari gelombang pertama. Kepala Desa  Citeureup, Camat dan Anggota DPRD Kab.Bogor turut hadir untuk menyaksikan langsung,” tutur Juliari.

Lanjutnya, mekanisme atau aturan dan merasa dirugikan untuk yang pertama, tentunya diharapkan lapor pada aparat kepolisian.

“Ya yang penting komunikasi dan koordinasi dengan daerah, itu kuncinya gimana pun juga ini program-program Kementerian Sosial (Kemensos RI) kalau komunikasinya maupun koordinasi tidak bagus dengan daerah nggak lancar. Karena bisa dilihat dan setiap kali kita di lapangan, yang turun itu dari pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota sampai ke desa, kelurahan. Koordinasinya harus bagus. Saya tidak segan-segan kontak langsung Bupati Bogor, Walikota Bogor untuk menanyakan apabila ada hal yang mengganggu, apa ada yang bisa dibantu. Jadi pemerintah Kabupaten Bogor ini penting karena kabupaten terluas di seluruh Indonesia dan penerima juga banyak,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kab. Bogor Rustandi, menyatakan untuk wilayah Kabupaten Bogor yang mendapatkan bantuan dari Presiden melalui Kementerian Sosial (Kemensos RI) mencapai 117.000 warga.

“Kami terus bekerja keras sehingga perluasan bisa dipenuhi, kecamatan ini (Desa Citeureup-red). Bupati Bogor pun sudah mengambil langkah-langkah dengan mendiskusikannya. Semula kita (Dinas Sosial-red) hanya dapat 76114 ditambah 39. Kalau data di daerah kecamatan yang belum mendapatkannya ada 30.000 warga,” terang Rustandi. (Prayitno)


Comment