by

Mengembalikan Semangat Para Seniman Dengan Pentas Virtual


PATI, MIMBAR BANGSA Di masa Pandemi Covid-19 yang sekarang sedang menimpa di negeri ini, banyak sekali dampak buruk yang dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat.

Seperti yang dirasakan oleh pekerja seni yang ada di wilayah Pati, sudah hampir 9 bulan mereka belum bisa pentas secara live dari desa ke desa seperti tahun-tahun kemarin.

Hal ini menyebabkan perekonomian para pekerja seni menjadi semakin terpuruk, meskipun pemerintah sudah menyalurkan berbagai bantuan untuk meringankan perekonomian para pekerja seni tersebut, hal itu dirasa ada yang kurang, karena selain dari materiil para pekerja seni juga ingin meng-expresikan bakatnya dengan cara pentas.

Menanggapi hal ini Budi Santoso perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menuturkan,” dengan acara pentas virtual yang diadakan di setiap kabupaten di Jawa Tengah semoga bisa menjadikan para pekerja seni atau seniman dan seniwati Semangat kembali melestarikan budaya-budaya yang kita miliki, tetapi seperti apa yang disampaikan oleh bapak Ganjar Pranowo untuk pentas di halaman terbuka belum bisa diijinkan karena bisa mengundang banyak kerumunan orang dan akan semakin mudah terjadi penyebaran virus covid-19″, tuturnya. Sabtu (24/10/2020)

“Seperti acara virtual kethoprak Wahyu Manggolo malam ini pada pukul 19.20 wib (24/10) yang khusus diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah di dalam area Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati yang berdurasi 2,5 jam ini tertutup untuk masyarakat, kalau masyarakat ingin menonton bisa melalui you tube di channel Mitra Budaya Pati, dan acara virtual ini juga di Kabupaten-Kabupaten lain di Jawa Tengah seperti pada tanggal 30 Oktober di Kabupaten Banyumas akan diadakan acara virtual wayang kulit”, imbuh Budi Santoso.

Budi juga menjelaskan, macam- macam Biaya stimulan setiap kali pentas virtual mencapai sebesar 5 juta sampai dengan 50 juta. (Sugiardi)


Comment