by

Mayat Dalam Karung, Sebelum Dibunuh Korban Diberi Uang Rp1.000 Hingga Diajak ke Kebun

Nias Selatan, Mimbar Bangsa – Pada Hari ini Kamis, 11/02/21 Polres Nias Selatan melakukan Konferensi Pers di Mako Polres Nias Selatan,

 


Acara Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Nias Selatan, AKBP Arke Furman Ambat, S.I.K., M.H. dan didampingi Waka Polres Nias Selatan KOMPOL Jauhari Lumban Toruan serta para Kabag, Kasat, dan Perwira Polri.

Kapolres Nias Selatan AKBP AKBP Arke Furman Ambat, S.I.K., M.H. mengatakan kepada awak media, “Tersangka sudah kita tangkap dan kita amankan di Polres Nias Selatan, tersangka bernama berinisial AL (Aluizaro Laia, Red) alias Ama Dewi Umur 47 tahun yang beralamatkan di Desa Hiliorodua Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan.”

 

Kronologi Kejadian

Pada hari Senin, 08 Februari 2021 sekitar pukul 17.00 WIB, Siniar Lature terakhir kali melihat korban berjalan sendiri ke arah belakang rumah tersangka AL.

Hingga malam hari, korban belum juga kembali ke rumah. Sekitar pukul 19.00 WIB keluarga korban beserta beberapa masyarakat desa mulai melakukan pencarian hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Namun korban belum juga diketahui keberadaannya.

Hari Selasa, 09 Februari 2021  keluarga beserta masyarakat kembali melanjutkan pencarian korban.

Pada hari yang sama sekitar pukul 07.00 wib seorang warga bernama Faozinema Laia menemukan sebuah karung di galian parit di atas perbukitan Dusun II Desa Bawazihono Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan.

Saat saksi membuka karung tersebut, dia menemukan seorang anak perempuan berusia sekitar 8 tahun dalam keadaan tidak bernyawa.

Masyarakat setempat menghubungi pihak keluarga untuk mengkonfirmasi keberadaan mayat dalam karung yang merupakan putri dari Kepala Desa Hiliorudua, yang bernama Petra Deswindasari Laia (8 tahun).

Dalam keterangan tersangka AL, semula korban bermain di rumahnya bersama dengan anak-anak dan cucu tersangka.

Tak lama kemudian, tersangka meminta anak-anak tersebut untuk memijit kakinya. Setelah itu tersangka memberikan sejumlah uang kepada anak-anak tersebut dengan jumlah yang berbeda.

Kepada korban, tersangka memberikan uang kertas senilai Rp.1.000.- (Seribu Rupiah). Karena jumlahnya kecil, korban sedikit ngambek.

Kemudian tersangka melihat korban di belakang rumahnya. Lalu tersangka mengajak korban ke kebun untuk mengambil buah-buahan.

Tersangka menarik tangan korban. Korban menurut saja, hingga sudah berjalan jauh dan melihat tidak ada buah-buahan di kebun yang ditunjukkan oleh tersangka.
Akhirnya korban minta balik pulang, namun tersangka tidak mengijinkan, yang kemudian memegang tangan korban.

Korban memaksa pulang, sambil berteriak.

Comment

Related Post