by

Lembaga Budaya Nias (LBN) Kecamatan Hiliduho Gelar Seminar Budaya, Dihadiri DPRD Provinsi

Nias, Mimbarbangsa.co.id — Lembaga Budaya Nias (LBN) Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias melaksanakan seminar Budaya Nias Bowo Ba Hada Wangowalu Laraga Ori Tanose’o dan Luha Dulu Ori Botomozoi bertempat di aula kantor kecamatan Hiliduho, Sabtu (01/05/2021).

Seminar ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nias, Kharisman Halawa, Ketua LBN Kabupaten Nias terpilih, Sofuziduhu Ndraha, Camat Hiliduho, Taondrasi Mendrofa, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Pdt. Berkat K Laoli, anggota DPRD Kabupaten Nias, Otoni Gea, Ketua LBN Kecamatan Hiliduho, Eliaki Telaumbanua, Babinsa Koramil 02/Gido Sertu Medi Waruwu, Fasilitator dan penggiat budaya dari dirjen kementerian pendidikan wilayah kepulauan Nias, tokoh agama tokoh adat dan tokoh perempuan serta Kepala Desa Se -Kecamatan Hiliduho


Mengawali acara Pendeta Amoli Telaumbanua memimpin doa kiranya pelaksanaan acara dapat berjalan dengan baik dan peserta seminar dapat memahami materi yang akan disampaikan. Dan dilanjutkan dengan Fangowai dan Fame’e Afo (Sekapur sirih) oleh pengurus LBN Kecamatan Hiliduho kepada para tamu undangan (Tome).

Dalam laporan ketua panitia Eliaki Telaumbanua menyampaikan harapan supaya melalui seminar ini dapat menghasilkan sebuah buku yang dapat menjadi referensi yang original , akurat dan valid tentang tradisi adat dan Bowo Ba Wangowalu (pernikahan) dalam adat Laraga Ori Tanose’o Fondrako Tanose’o dan Ori Fondrako Luha Dulu kepada generasi muda dilingkungan kecamatan Hiliduho.

“Kiranya seminar ini dapat menghasilkan sebuah buku yang dapat menjadi referensi yang original , akurat dan valid tentang tradisi adat dan Bowo Ba Wangowalu (pernikahan) dalam adat Laraga Ori Tanose’o Fondrako Tanose’o dan Ori Fondrako Luha Dulu kepada generasi muda dilingkungan kecamatan Hiliduho,” harapnya.

Camat Hiliduho, Taondrasi Mendrofa dalam sambutannya mengatakan bahwa Goi-Goi Bowo Ba Hada Bawangowalu perlu digali kembali dan dilestarikan, sebab adat dan budaya Nias ini merupakan warisan yang sangat besar harganya.

“Goi-Goi Bowo Ba Hada Bawangowalu perlu digali kembali dan dilestarikan, sebab adat dan budaya Nias ini merupakan warisan yang sangat besar harganya,” tandasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Kharisman Halawa mengatakan penyatuan pikiran di seminar ini menjadi warisan kepada generasi kita ke depan. Di mana suku dan daerah yang mampu melestarikan adat dan budaya, menetapkan serta dapat menggeneralisasikannya merupakan suatu kekayaan bangsa dan negara.

“Penyatuan pikiran di seminar ini menjadi warisan kepada generasi kita ke depan. Di mana suku dan daerah yang mampu melestarikan adat dan budaya, menetapkan serta dapat menggeneralisasikannya merupakan suatu kekayaan bangsa dan negara,” tutupnya. (Maria)

Comment

Related Post