by

Krisis Covid-19 di India Jadi yang Terburuk di Dunia

-DUNIA-3 views

New Delhi, MimbarBangsa.co.id – Lebih dari 187.000 orang telah meninggal akibat virus yang melanda India, menurut angka resmi kementerian kesehatan India. Seperti dilaporkan CNBC.com, Jumat (23/4/2021), India mencatat krisis Covid-19 terburuk di dunia saat lonjakan kematian dan keruntuhan sistem perawatan kesehatan nasional.

Pada Jumat, India melaporkan lebih dari 332.000 kasus infeksi baru, rekor dunia untuk hari kedua berturut-turut yang menambah jumlah kasus melebihi 16 juta sejak pandemi dimulai.


Dengan lebih dari 4 juta kasus tercatat, Maharashtra adalah negara bagian yang paling parah terkena dampak di negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang.

Gambar kremasi massal beredar daring, saat India bergulat dengan banjir kematian dan sistem perawatan kesehatan yang runtuh.

Lonjakan tersebut telah menimbulkan rasa sakit, ketakutan, dan kecemasan bagi jutaan keluarga di seluruh negeri. Saat mereka berusaha mati-matian untuk mengatasi krisis, ribuan orang India beralih ke media sosial untuk meminta bantuan.

Di negara bagian Maharashtra, India barat, Seorang pria bernama Durge adalah satu dari lebih dari 187.000 orang, menurut angka resmi, meninggal karena virus corona yang melanda India. Sang kakak Ujwala Dupare sempat mencengkeram tangan Durge yang berusaha mengatur napas di belakang mobil.

“Jangan takut, saya di sini. Saya tepat di sebelahmu,” kenangnya kepada Praveen Durge, 40, saat keluarganya dengan panik mencari ranjang rumah sakit yang kosong.

“Dia mulai ketakutan, dan dengan pelan mengatakan kepada kami bahwa dia pikir dia akan mati. Saya terus meyakinkannya, memegangi tangannya,” kata Dupare kepada NBC News dalam wawancara telepon.

Saat mereka mendekati rumah sakit terakhir dalam daftar mereka, istri Durge, Khushbu, melihat matanya telah tertutup. Dia berteriak dan memanggil namanya. “Bangun, tolong, bangun,” serunya, menurut cerita Dupare.

Durge, ayah satu anak itu akhirnya meninggal di kursi belakang mobil akibat komplikasi terkait Covid-19. Pada minggu lalu, Durge yang bekerja sebagai seorang guru sekolah, pertama kali mengalami demam dan batuk biasa.

Menduga telah tertular Covid-19, Durge pergi ke rumah sakit swasta pada hari Sabtu, berharap untuk dirawat dan menerima perawatan. Tetapi rumah sakit tidak memiliki ruang atau alat pengujian Covid-19. RS malah mengirim Durge pulang hanya dengan obat-obatan untuk meredakan sakit tenggorokannya.

 

Sumber: BeritaSatu.com

Comment

Related Post