by

Korban Tewas PLTA Batang Toru Berasal Dari Pulau Nias. 5 Tewas, 8 Masih Hilang

Medan, MimbarBangsa.co.id — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban longsor di areal Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Minggu (2/5).

Dari 13 korban yang tertimbun, 5 di antaranya sudah ditemukan tak bernyawa. Sementara 8 orang lainnya masih hilang.


Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meminta tim gabungan yang terdiri dari Polres Tapanuli Selatan, TNI, BPBD, Batalyon C Brimob Polda Sumut, dan Basarnas agar menangani bencana alam tanah longsor di Batangtoru dengan cepat dan tepat.

“Kerahkan segala kemampuan kalian dengan baik, lakukan penanganan korban dengan tepat dan bekerjasama dalam melakukan SAR,” tegasnya, Minggu.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono menyebutkan saat ini, pencarian masih dilanjutkan dengan menggunakan excavator 2 unit milik PLTA dan K9 dari Dit Samapta Polda Sumut.

“Korban yang sudah ditemukan yakni tiga orang atas nama Elmawati Waruwu, Jupiter Gulo dan Risda Gulo. Dua orang lainnya masih dalam proses identifikasi,” ujarnya.

[the_ad id=”21963″]

Adapun 10 korban merupakan satu keluarga yakni:

1. Anius Waruwu (60)

2.Yasmani Halawa (50)

3. Elmawati waruwu (anak perempuan) usia 31 tahun

4. Jupiter Gulo ( Anak Elmawati) berusia 10 tahun

5. Novita Gulo ( Anak dari Elmawati ) berusia 8 tahun

6. Sultan Fahri ( Anak dari Elmawati) berusia 6 tahun

7. Rio (Anak dari Elmawati ) berusia 4 tahun

8. Risda (Anak dari Elmawati ) berusia 2,5 tahun

9. Nursofiah (cucu) berusia 12 tahun

10. Sadarman Kristian (cucu) berusia 14 tahun

Sementara itu 3 korban dari pekerja PLTA Batang Toru merupakan karyawan Shinohydro :

1.Mister Long (WN China)

2.Dolan Sitompul

3.Doly Sitompul

Diketahui, longsor terjadi di kawasan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Kamis (29/4) malam. Longsor diduga akibat hujan deras yang terjadi sejak siang hari.

Sebagian material longsor jatuh ke dasar Sungai Batang Toru. Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, masyarakat, perusahaan dan pihak terkait lainnya pun bergerak cepat untuk mengevakuasi para korban dan sampai sekarang sudah 5 korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Comment

Related Post