by

Kontroversial Pembangunan Talud Di  Gembong Pati


Pati, Mimbar Bangsa – Proyek pembangunan talud rt 02/04, 03/04 dan rt 04/04 Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati dinilai penuh Konflik dan di duga dari dana siluman.


 

Temuan dari awak media saat berada dilokasi proyek, papan informasi (master plang) belum juga terpasang di area meskipun proyek sudah 95% hampir selesai.

Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor  70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan

Menurut Nur kholis selaku Kepala Desa Gembong Waktu di tanya awak media mengenai proyek tersebut menjawab, “kalau papan informasi (master plang ) setahu saya sudah ada dan dipasasang di depan rumah ketua Rw 04 karena pada saat memasang nya ada yang memfoto dan dikirim kan ke saya, dan mengenai sumber dana dari proyek talut sepanjang kurang lebih 450 m tersebut adalah dana aspirasi dari Alwi Basri salah satu anggota DPR Provinsi fraksi PDI-P  sebesar 200 juta.” Jawabnya Jumat (09/10/2020)

Selain dari persoalan itu, ada informasi yang di dapat oleh awak media dari warga setempat berinisial (yn).

“Hasil Musyawarah dusun (musdus) pada tahun 2019 menyatakan jika ada Dana yang keluar terlebih dahulu entah dan Desa atau Dana aspirasi akan dibuat kan talud di lokasi rt 01/04 dan rt 02/04, tetapi ternyata pelaksanaan proyek talud tersebut meninggal kan rt 01/04 malah diganti di rt 03/04 dan rt 04/04.”ungka (yn)

(yn) jga menjelaskan, kalau dirinya pernah menelfon  Kepala Desa mengenai proyek  yang dipindahkan dan master plang yang di pasang di rt 01/04, padahal sudah jelas kalau proyek itu sudah pindah di lain rt, dan jawab kepala Desa adalah memang dari pihak kepala Desa sendiri yang mengiguhkannya,” terang (yn).

Hal ini disanggah oleh Nur kholis karena dana aspirasi yang notabene nya adalah untuk warga RW 04 sudah dilaksanakan di rt 02, 03 dan 04 untuk rt 01 akan dilaksanakan pada tahun 2021 akan diambilkan dari Dana Desa. (Sugiadi)


Comment