by

Ketum PBNU Wacanakan Presiden Dipilih MPR, Apa Pendapat Anda?


Jakarta, MimbarBangsa.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengemukakan wacana pemilihan presiden (pilpres) kembali dilakukan lewat MPR, bukan lagi lewat pemilihan langsung oleh rakyat seperti sekarang. Wacana ini kontroversial. Setujukah Anda bila pilpres dilakukan via MPR?

Pro-kontra itu diawali oleh penjelasan Said Aqil, bahwa Pilpres via MPR adalah hasil keputusan Musyawarah Nasional NU tujuh tahun silam. Latar belakangnya, pilpres langsung lebih banyak keburukannya ketimbang manfaatnya.

“Tentang pemilihan presiden kembali MPR, itu keputusan Munas NU di Kempek, Cirebon, 2012,” ujar Said Aqil seusai pertemuan tertutup di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/11) kemarin.

Demokrasi dipandangnya sebagai alat, bukan tujuan. Tujuan sebenarnya adalah keadilan dan kesejahteraan rakyat. Maka bila pilpres langsung lebih banyak mudaratnya, pilpres perlu dikembalikan via MPR saja.

Pemerhati pemilu menilai pilpres via MPR adalah langkah mundur demokrasi Indonesia bila itu terwujud. Itu sama saja kembali ke era gelap Orde Baru, era yang diliputi oligarki sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Sangat potensial mengulang kembali apa yang terjadi di era orde baru, karena pasti wacana ini tidak akan berhenti di sini. Pasti akan ada lanjutan yang menjadi pembenaran karena pertimbangan biaya, keutuhan bangsa, dan kebutuhan pada figur yang baik,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).


Comment