by

Keluarga Yaman Zai Menjadi Korban SJ-182, Rumahnya Dibobol Maling,

Serang, Mimbar Bangsa – Belum reda duka Yaman Zai atas kehilangan istri dan 3 anaknya pada peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Yaman Zai kembali mendapat kabar tak sedap. Rumahnya dibobol maling pada Jumat, 15 Januari 2021 malam.
Rumah Yaman di Taman Lopang Indah, Kota Serang, dibobol maling. Sebelumnya rumah tersebut dihuni oleh istri Yaman, Arneta Fauzia, dan anak-anak mereka.
Arneta merupakan penumpang Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021. Ketika itu ia hendak berangkat menemui Yaman di Pontianak. Ia berangkat bersama tiga anaknya, Zurisya Zuar Zai (8 tahun), Umbu Kristin Zai (2 tahun) dan Fao Nuntius Zai (8 bulan).
Alhasil, rumah itu kosong. Dua asisten rumah tangga Arneta, yang bernama Yayu dan Mumu, tak menginap. Mereka hanya mengecek sesekali rumah tersebut, usai insiden jatuhnya Sriwijaya Air.
Ketua RT setempat, Nanang Wahyudi, mengatakan muasal diketahuinya rumah itu dibobol saat salah seorang asisten rumah tangga mau membersihkan rumah yang sudah beberapa hari kosong.
“Diduga kejadian itu malam Sabtu. Dan baru ketahuan di hari Sabtu, pas Bu Yayu (ART) mau mengecek kondisi rumah. Dan ternyata beberapa barang-barang rumah raib. Itu ada satu unit sepeda, stroller bayi, tabung gas elpiji dan galon air minum,” kata Nanang, Minggu, 17 Januari 2021.
Berdasarkan pemeriksaan kondisi rumah, Nanang menuturkan, saat pertama kali ditemukan, rumah sudah dalam keadaan pintu belakang terbuka. Bahkan, sejumlah genteng rumah korban didapati sudah ikut terbuka.
“Kayaknya masuk lewat genteng, ada empat (genteng) dibuka (pelaku), terus lewat plafon, turun ke kamar belakang, dan keluar lewat pintu belakang,” ungkapnya.
Ia pun menyayangkan atas kejadian tersebut. Dengan tegas, Nanang menyebut, pelaku tidak memiliki hati dan kepedulian terhadap keluarga korban yang baru saja mengalami musibah kecelakaan pesawat beberapa waktu lalu.
“Pelaku pencurian ini tidak punya hati, tidak peduli keadaan korban bersama keluarga yang ditinggalkan. Kesannya mumpung rumah dalam keadaan kosong, jadi dimanfaatkan,” kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Serang, Kompol Hadi Sucipto menuturkan, pihaknya sudah mengecek rumah itu. Hadi juga sudah berkoordinasi dengan pihak RT atas kejadian tersebut.
Namun karena belum ada pihak keluarga yang melapor, maka saat ini pihaknya belum melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Karena tidak ada keluarganya. Dan tidak ada yang melapor juga ke kita, apa ada yang hilang lagi kita tidak mengerti. Paling kita mengamankan aja ngebenerin kondisi (pintu) rumah yang rusak. Dan kita sudah berkoordinasi ke RT untuk menjaga lah,” ucap Kompol Hadi.
Sumber:Kumparan



Comment