by

Kel. Duren Seribu, Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan Dan Kearifan Lokal Untuk Kampung Budaya

Depok, MimbarBangsa.co.id — Dalam meningkatkan program dimana pemberdayaan untuk perempuan, yaitu terkait dengan potensi kearifan lokal sehingga menjadi satu kesatuan menjadi “Kelurahan Damai”, di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok tersebut, Rabu (07/4/2021).

Lurah Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok Suhendar Sp, mengatakan potensi wilayah kampung wisata, budaya dan kuliner rencananya akan diintegrasikan dengan taman herbal. Dijelaskannya, fokus pada wilayah serta berkolaborasi dengan masyarakat.


“Nantinya dikenal sebagai kampung wisata, budaya dan kuliner di masyarakatnya. Pada Senin besok kita mau deklarasi Kelurahan Damai. Karena lingkungannya lebih banyak pernak-pernik yang menunjukkan bahwa memang ini adalah kampung budaya, rumah-rumah kuning dan hijau untuk menarik wisatawan dari yang berkunjung ke taman tersebut. Wilayah kita belum ada program-program yang mengarah ke kegiatan dan hanya sebatas memperkenalkan diri. Awal tahun ini (2021), yaitu baru sebatas pelatihan-pelatihan, sosialisasi untuk pengembangan. Banyak UMKM industri rumahan yang memproduksi berbagai macam aneka olahan dan kerajinan tangan dari permasalahan,” ujar Suhendar pada MimbarBangsa.co.id di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, sebagai penguatan serta bebas narkoba, tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang lengkap di “kampung model” di wilayah RW.04. Sedangkan untuk permasalahan pada pemasaran berupaya melalui “kampung wisata dan budaya” dimana produk pemasarannya, yaitu ditargetkan sebelum Idul Fitri. Meskinpun untuk tahun ini belum maksimal, namun jangka panjangnya seperti di wilayah-wilayah lainnya.

“Ketika saya pernah berkunjung ke Malang ya banyakan desa wisata jalannya dan memang banyak yang dikelola oleh pihak swasta, tapi juga didukung oleh masyarakat sekitar kampung wisata dan budaya dengan kulinernya. Yang tidak kalah penting bisa dipasarkan. Harapan kita terhadap peningkatan produksi mereka itu hidup cuma sebatas untuk kebutuhan sehari-hari aja, tapi bingung mau tanya ke depan akan banyak faktor. Bukannya nggak mau bantu, tapi mereka diam. Kita berikan bantuan dan kendalanya, yaitu modal. Pemerintah menyiapkan sentra-sentra untuk pemasaran ikan, termasuk permasalahan yang belum tertangani secara utuh dan kreativitas maupun inovasi. Walaupun belum bisa menyelesaikan masalah secara keseluruhan, namun bisa mengurangi beban masyarakat. Berharap program ini banyak mendatangkan wisatawan, semakin besar peluang pasar sebagai oleh-oleh,” pungkasnya. (Prayitno)

Comment