by

Kejari Nias Selatan Tetapkan Mantan Pj. Kades Hilihoru Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa

Nias Selatan, MimbarBangsa.co.id — Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Kabupaten Nias Selatan menetapkan mantan Pj. Kepala Desa Hilihoru, Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan. yang berinisial YH sebagai tersangka dugaan korupsi Dana Desa anggaran tahun 2019, Selasa (9/3/2021).

Berdasarkan surat perintah penyidikan tanggal 22 September 2020, Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Nias Selatan melakukan pengumpulan alat-alat bukti dugaan penyelewengan Dana Desa di Desa Hilihoru, Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan.


Dari penyelidikan Pidsus Kejari Nias Selatan, ditemukan bukti permulaan yang sangat cukup. Berdasarkan hal itu mantan Pj. Kepala Desa Hilihoru, Kecamatan Amandraya, berinisial YH ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2019.

Saat dikonfirmasi, Kasi Pidsus Kejari Nias Selatan, Solidaritas Telaumbanua, S.H. menyampaikan bahwa ada beberapa temuan dasar penetapan tersangka, yakni:

  1. Adanya penyetoran Dana Desa ke rekening pribadi YH sebesar Rp232.000.000,- (Dua ratus tiga puluh dua juta rupiah) di mana dana tersebut tidak jelas peruntukannya.
  2. Kekurangan volume pekerjaan simenisasi jalan yang sampai saat ini tidak diselesaikan oleh YH.
  3. Pembayaran gaji dan tunjangan para aparat desa tidak sesuai. Bahkan ada beberapa aparat desa yang belum pernah menerima SK dan gajinya, tapi dalam laporannya tanda tangan mereka ada.
  4. Belanja barang dan biaya makan minum tidak bisa dipertanggungjawabkan.
  5. Pajak belum disetor.
  6. Kemudian, dalam pelaksanaan kegiatan desa, YH tidak pernah melibatkan para aparat desanya.

Pada bulan Februari 2020 sebelumnya, Kejari Nias Selatan pernah memberi kesempatan kepada YH untuk melanjutkan pekerjaannya tersebut di atas, namun hingga penetapan tersangka ini, YH belum ada niat baik untuk melanjutkannya.

Atas perbuatannya tersebut, negara dirugikan hingga Rp450.000.000,- (Empat ratus lima puluh juta rupiah), namun tersangka belum ditahan, karena Kejaksaan Negeri Nias Selatan masih memberi waktu kepada tersangka untuk mengembalikan kerugian negara tersebut.

Di kesempatan itu juga, Kasi Pidsus menyatakan bahwa dalam penyelidikan ini tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka lainnya.

“Penyelidikan terus dilakukan, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya,” katanya.

Atas perbuatannya tersebut, YH dijerat dengan pasal  2 Ayat (1) Subs Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1, 2, dan 3) UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Comment

Related Post