by

Kasat Reskrim Polres Nias Selatan Pimpin Pencarian Korban Pantai Ladeha Nias Selatan


Nias Selatan, Mimbar Bangsa Dunia maya dikejutkan dengan informasi terseretnya seorang pengunjung Pantai Ladeha Desa Lolomoyo Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan, Minggu, 12 Juli 2020.

Informasi kejadian ini langsung direspon oleh Pihak Kepolisian Resort Nias Selatan. Sekira pukul 20.00 WIB, Piket Fungsi bersama personil Polsek Telukdalam dan Pos Pol Amandraya yang dipimpin langsung oleh Pawas Kasat Reskrim IPTU ISKANDAR GINTING, S.H, langsung menuju ke TKP di Desa Lolomoyo Kec. Amandraya.

Sekira pukul 21.00WIB, Piket Satfung tiba di Desa Lolomoyo Kecamatan Amandraya dan langsung menuju ke TKP tempat terjadinya lokasi yang terseret ombak di Pantai Ladeha dan langsung melakukan monpulbaket.

Kronologi Kejadian Terseretnya Pengunjung Pantai Ladeha

Pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2020 sekitar pukul 15.00 WIB, Sadarman Jaya Buulolo alias JAYA bersama dengan seorang abang kandungnya An. Amolisi Buulolo alias LISI (korban) bergerak dari Telukdalam menuju Pantai Ladeha yang bertempat di Desa Lolomoyo Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan dengan tujuan untuk jalan-jalan.

Sekira pukul 16.30 WIB, korban dan sang adik tiba di pantai Ladeha. Selanjutnya korban dan sang adik melakukan kegiatan saling mengambil foto bersama tepatnya dipinggiran pantai. Kemudian sang adik dan korban bergeser menuju ke batu besar yang berada sekira 30 m (tiga puluh meter) dari pinggir pantai.

Sekira pukul 17.00 WIB, saat korban sedang mengambil foto sang adik, tiba-tiba ombak besar datang dan menghantam batu besar tempat dimana sang adik dan korban berdiri dan mengakibatkan sang adik terjatuh kepinggir batu karang, namun kantong celana sang adik tersangkut di pinggir batu karang sehingga tidak terhempas ke dasar laut.

Selanjutnya sang adik melihat abang kandungnya (korban) masih berada di atas batu karang dengan posisi menunduk. Lalu pada saat sang adik sedang berpegangan dengan batu karang, ombak besar menghantam kembali dan sang adik melihat korban di atas batu besar sudah tidak terlihat, lalu kembali sang adik naik ke atas batu karang untuk memastikan keberadaan korban dan ternyata korban sudah tidak ada. Kemudian sang adik turun menuju pinggir pantai dan meninggalkan tempat tersebut.

Dari Facebook salah seorang pengelola Pantai Ladeha, Yones Laia  menerangkan bahwa sebelumnya pengelola sudah menghimbau melalui medsos dan petugas lapangan agar pengunjung menunda rencana berpiknik di area Pantai Ladeha karena sedang terjadi musim badai di pesisir pantai selatan.

Setibanya mereka di area goa masuk menuju batu coral dekat kolam alam, petugas lapangan dan sejumlah pengunjung lain menegur mereka agar tidak menuju ke coral yang tinggi itu.
Karena sedang musim badai kadang-kadang air laut surut beberapa menit kemudian ada ombak besar yang lewat.
Namun, himbauan ini tidak dihiraukan oleh kedua abang adek ini, hingga terjadi kejadi di atas.
Hingga sampai saat ini, korban belum ditemukan. Basarnas, BPBP, Pemdes Lölömoyo, keluarga korban dan masyarakat sekitar sedang turut serta mencari korban.

 


Comment

Related Post