by

Jaga Nama Baik, Polisi Tak Ungkap Penyebab Meninggalnya Ust. Maaher

Jakarta, Mimbar Bangsa – Polri tidak bisa mengungkap sakit yang menyebabkan meninggalnya Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi, di Rutan Bareskrim Mabes Polri. Alasannya karena sakitnya sensitif dan bisa mencoreng nama keluarga.

“Yang menjadi pertanyaan kenapa saudara Soni Ernata meninggal? Ini karena sakit meninggalnya. Saya nggak bisa sampaikan sakitnya apa karena sakitnya yang sensitif. Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum, kita nggak bisa sampaikan secara jelas dan gamblang karena sakitnya sensitif. Yang terpenting dari keterangan dokter dan perawatan-perawatan yang ada bahwa saudara Soni Ernata sakit. Sakitnya sensitif yang bisa membuat nama baik keluarga bisa tercoreng kalau kami sebutkan di sini,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (9/2/2021).


Dikatakan Argo, Polri awalnya menahan Ustaz Maaher karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap Habib Luthfi. Dia dijerat Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Jadi yang bersangkutan pada tanggal 4 Desember kita tahan. Ini surat penahanannya. Kemudian, dalam proses penahanan yang bersangkutan merasa sakit,” ungkapnya.

Argo menyampaikan, selanjutnya dokter dan penjaga tahanan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Mabes Polri dan penyidik membuat surat permohonan kepada Rumah Sakit Bhayangkara Polri untuk melakukan perawatan.

“Perawatan dari rumah sakit banyak, nggak hanya sekali, tapi ada banyak yang dilakukan setiap hari ada hasilnya. Ada rekam medis, artinya dari keterangan dokter menyatakan yang bersangkutan adalah sakit, ini hasil lab ada kita cek semuanya. Sudah ada dari Pusdokkes Polri ada semua ini,” katanya.

Argo menyampaikan, berkas perkara Ustaz Maaher telah dinyatakan lengkap alias P21, dan kemudian penyidik melakukan tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber:Beritasatu

Comment

Related Post