by

Ini 4 Pasien Suspect Corona yang Meninggal


Jakarta, Beritasatu.com – Hingga Jumat (6/3/2020) Balitbangkes Kementerian Kesehatan telah memeriksa 227 spesimen pasien yang berasal dari 61 rumah sakit di 25 provinsi. Dari 227 sampel tersebut, empat di antaranya positif corona atau terjangkit Covid-19, dan empat lainnya meninggal dunia.

Pasien bertatus suspect corona yang meninggal masing-masing terdapat di Semarang, Cianjur, Yogyakarta dan Jakarta. Berikut ini pasien yang meninggal:

RSUP Dr Kariadi Semarang

Seorang pasien suspect corona di RSUP Kariadi Semarang meninggal, Minggu (23/2/2020). Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Spanyol dan transit di Dubai. Sampai di Indonesia pada 13 Februari. Sehari di rumah, pasien berumur 37 th ini batuk-batuk selama dua hari.

Pada Rabu (19/2/2020) pasien  masuk RSUP Kariadi dengan  kondisi parah. Ia langsung dimasukkan ke  ruang isolasi karena gejalanya mirip corona. Pasien kemudian ditetapkan sebagai suspect corona.

Pihak RSUP Kariadi memastikan pasien meninggal karena bronkopneumonia bakteri. Namun, sehari kemudian pihak rumah sakit menyatakan bahwa penyebab kematian pasien adalah Influenza tipe A atau H1N1 atau flu babi.

kronologinya, pada Rabu (26/2/2020), Direktur Medik dan Keperawatan RS Kariadi, Agoes Oerip Purwoko menyatakan bahwa pihak RS memastikan pasien meninggal bukan karena Covid-19 melainkan karena bronkopneumonia. Kepastian itu didapat sehari setelah kematiannya (Senin 24/2) yakni ketika pihak RS mendapatkan hasil laboratorium yang menunjukkan pasien menderita infeksi saluran napas akut.

Sehari kemudian atau Kamis (27/2/2020) dokter yang merawat pasien, Fathur Nurcholis menyatakan, korban positif menderita Influenza tipe A atau H1N1 atau flu babi. Kepastian ini didapat dari hasil diagnosa laboratorium Litbangkes Kemkes pada Rabu (26/2/2020) malam.

 

RS dr Hafiz (RSDH) Cianjur

Pegawai BUMN di Bekasi berusia 50 tahun menjadi suspect corona meninggal pada Selasa (3/3/2020) pukul 04.00 WIB saat dirawat di Rumah Sakit dr Hafiz (RSDH) Cianjur, ketika hendak di RS Hasan Sadikin Bandung.

Pasien diketahui udah menjalani perawatan sejak Minggu (1/3/2020). Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia pada 14 hingga 17 Februari 2020. Pada 20 Februari, pasien mulai merasakan demam dan batuk-batuk. Selanjutnya, pasien mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi pada 22-26 Februari. Namun meski belum sembuh betul, pasien memutuskan untuk pulang.

Kemudian pasien berkunjung ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciranjang, Cianjur, sekaligus bermaksud untuk mencari pengobatan. Namun pada Minggu (1/3/2020), kondisi yang bersangkutan ternyata makin menurun serta merasakan sesak napas. Kemudian pasien dirawat di RSDH. Namun sebelum sempat dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung pasien meninggal dunia.

“Yang (meninggal) di Cianjur, berdasarkan dari hasil pemantauan kita, dia termasuk 155 spesimen yang negatif (corona). Jadi meninggalnya bukan karena Covid-19,” kata Juru Bicara Penanganan Corona, Achmad Yurianto, Selasa (3/3/2020).

 

RSUP Dr Sardjito Yogyakarta

Pasien suspect corona RSUP Dr Sardjito berusia 75 tahun meninggal dunia pada Kamis (5/3/2020). Pasien ini dirujuk dari RS Kota Jogja pada Senin (2/3/2020) karena menderita batuk, demam, sesak napas sepulang umrah di Mekkah dan transit di negara terjangkit, yakni Malaysia. Pasien asal Bengkulu ini diketahui memiliki riwayat kekurangan kalium dan gangguan jantung.

Pada Jumat (6/3/2020), dokter spesialis Pulmonologi RSUP Dr Sardjito, Munawarman Ghani menyatakan, pasien meninggal karena sudden cardiac death yaitu kematian mendadak karena jantung berhenti berdetak. Dari hasil Litbangkes yg diterima Kamis (5/3/2020), dipastikan pasien meninggal  bukan karena corona.

 

RSPI Sulianti Saroso Jakarta

Seorang pasien suspect corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta yang  berusia 65 tahun meninggal dunia pada Kamis (5/3/2020). Pasien itu merupakan pasien rujukan dari sebuah RS swasta. Pasien ini sebelumnya selama seminggu dirawat di sebuah RS swasta kemudian dirujuk ke RSPI sdh dlm kondisi parah dengan menggunakan ventilator.

Anak pasien ini punya riwayat pernah dr Singapura dan telah ditetapkan sebagai suspect. Pada Jumat (6/3/2020), Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyatakan, penyebab kematian pasien beum diketahui karena hasil dari Litbangkes Kemkes belum keluar.

 

 

Sumber: BeritaSatu.com

Comment

Related Post