by

Dukung Pernyataan Moeldoko, IBSW: Ancaman Terorisme Nyata

-Hankam-46 views

Jakarta, Mimbarbangsa.co.idPrediksi dan peringatan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang jauh-jauh hari secara konsisten memperingatkan bahaya radikalisme dan terorisme, menjadi kenyataan dengan meledaknya bom bunuh diri di Makassar, Minggu (28/3/2021). Peristiwa Bom Makassar menegaskan bahwa ancaman terorisme yang bermula dari radikalisme adalah hal yang realistis dan nyata.

Direktur Eksekutif Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika, termasuk di antara masyarakat yang mencermati dan menyadari kebenaran prediksi dan peringatan Moeldoko tersebut. Untuk itu, Nova menyatakan salut dan apresiasi. Tidak hanya untuk kebenaran prediksi dan peringatan tersebut, tetapi terutama kepada konsistensi dan kepedulian Jenderal Moeldoko untuk tetap mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Baca juga :  Teroris Terobos Mabes Polri, Seluruh Pintu Masuk Ditutup

“Dari sisi ketepatan analisis dan prediksi beliau tentang bahaya radikalisme dan ancaman terorisme, sudah jelas sangat tepat dengan kasus meledaknya bom bunuh di Makassar. Namun yang terutama, IBSW sangat salut dan hormat akan kepedulian beliau untuk konsisten terus berada di garda depan dalam mempertahankan NKRI. Itu dengan jelas tercermin dari wacana dan peringatan yang terus beliau angkat,” kata Nova melalui keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Nova dengan tegas menyatakan persetujuannya dengan wacana bahaya radikalisme yang diusung Moeldoko selama ini. Menurut Nova, sebagaimana Moeldoko, ia menilai, paham radikalisme adalah musuh konkret agama dan negara saat ini. Pada satu sisi, gerakan radikalisme merusak agama karena bertindak tidak sesuai dengan nilai-nilai beragama.

Baca juga :  4 Petani Poso Tewas Dipenggal Teroris Mujahidin Indonesia Timur

“Sementara sisi lain, radikalisme menjadi ancaman negara karena menginginkan perubahan secara inkonstitusional,” kata Nova. Dia juga menyepakati pernyataan Moeldoko yang sering diangkat Kepala Staf Presiden tersebut, bahwa dari paham radikalisme inilah kemudian berpeluang besar lahir terorisme. Terorisme dengan demikian menjadi sisi hilir, sementara radikalisme menjadi hulu dari bahaya yang kian mengancam tersebut.

Lebih jauh Nova bahkan meyakini bahwa kesediaan Moeldoko untuk mengambil-alih kepemimpinan di Partai Demokrat juga bersumber dari kepedulian luhur akan kelangsungan NKRI di Tanah Air. Hal tersebut menurutnya berdasarkan pengakuan Moeldoko bahwa bahaya kelompok radikalisme dengan ideologinya telah mulai menyusup ke beberapa lini kehidupan masyarakat, termasuk partai politik. Menurut Moeldoko, masuknya ideologi yang dibawa kelompok radikal ke dalam tubuh partai politik itu membuat arah demokrasi di Indonesia mengalami pergeseran.

Baca juga :  Densus 88 Ringkus Pemberi Doktrin kepada Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar

“Pergeseran dari kesetiaan akan cita-cita NKRI itu yang mengetuk hati nurani dan kepedulian Pak Moeldoko untuk terjun langsung memimpin partai politik,” kata Nova.

 

Sumber: BeritaSatu.com




Comment