by

Dugaan Kasus 170 KUHP di Desa Moholi Kecamatan Amandraya Naik Tahap Sidik


Nias Selatan, Mimbar BangsaKasus dugaan pengeroyokan yang dialami oleh dua orang (satu dewasa dan satu anak-anak) di Desa Mohili Kecamatan Amandraya yang diduga dilakukan oleh 11 orang terlapor di Polsek Telukdalam Kabupaten Nias Selatan, telah naik tahap sidik, Selasa, 2 Juni 2020.

Berdasarkan gelar perkara yang dilaksanakan di Polres Nias Selatan hari Selasa, 26/5/2020 kasus pengeroyokkan yang terjadi di Desa Moholi Kecamatan Amandraya naik ke tahap sidik. Dari hasil sidik ini, akan segera ditetapkan yang menjadi tersangka dari 11 orang terlapor.

Saat dikonfirmasi oleh Media Online Mimbar Bangsa, Kanit Reserse Kriminal Polsek Telukdalam, Aipda Martinus Gulo, S.H., sejumlah saksi telah diperiksa guna memperdalam keterlibatan mereka dalam kasus tersebut.

“Di tahap penyidikan ini, tinggal perdalam keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang ada guna menentukan siapa yang akan bertanggung jawab dalam kasus pengeroyokan yang telah terjadi di Desa Mohili Kecamatan Amandraya,” jelasnya.

Aipda Martinus Gulo sedikit menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, awal mula dari kasus ini adalah adu mulut karena saling  mempertahankan perbatasan lahan kebun, yang berakhir pada penganiayaan pengeroyokan terhadap Asanafaudu Laia dan anak-anaknya, Senin (27/04/2020).

Mengenai keterlambatan penangan kasus ini, Kanit Reserse Kriminal Polsek Telukdalam menjelaskan ini disebabkan sibuknya personil Polsek Telukdalam dalam mengawal pembagian Bantuan Sosial Covid-19.

“Di sini jumlah personil kita tidak terlalu banyak, sehingga ketika ada kegiatan pengawalan dalam pembagian Bansos Covid-19, kasus ini sedikit terkendala.” jelasnya

Asanafaudu Laia sebagai pelapor atas kasus inim sangat berterima kasih kepada Kapolsek Telukdalam, AKP Aripin Simanjuntak dan seluruh personil atas keseriusannya dalam menangani kasus yang sedang mereka alami.

Asanafaudu Laia menegaskan bahwa, kasus yang mereka laporkan bukanlah kasus akal-akalan, namun ini benar-benar dialami oleh anak-anaknya, sampai-sampai salah satu anaknya haru dirawat di Puskesmas Amandaya kurang lebih 1 (satu) minggu dan harus beristirahat di rumah setelah itu sekitar 2 mingguan.

Harapan Asanafaudu Laia bersama saksi utama dalam kejadian itu, agar para pelaku pengeroyokan itu segera ditahan dan diberi sanksi seberat-beratnya sebagaimana yang telah ditentukan oleh undang-undang. Apalagi ada salah satu dari korban pengeroyokan tersebut merupakan pelajar yang masih duduk di bangku SMA.

Tujuan dari harapan tersebut adalah agar pelaku dan orang lain jera dan tidak melakukan hal-hal seperti ini kepada yang lain dan di masa yang akan datang. (Sembari  menunjukkan vidio saat anak-anaknya dikeroyok oleh beberapa orang, hingga  anaknya berlumuran darah)

Memang tampak dalam Vidio tersebut, kedua anaknya dipukul secara membabi buta  oleh sekelompok orang hingga  wajah anak-anaknya berlumuran darah dan bengkak-bengkak.

 


Comment

Related Post