by

DKR : Menolak Siswa Miskin, Itu Kebijakan Diskriminasi Anti Pancasila


MimbarBangsa.co.id, Depok — KEMBALI Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok menggelar aksi solidaritas untuk siswa miskin. Maka ratusan siswa dari keluarga kurang beruntung tidak mendapatkan sekolah dengan adanya peraturan baru dari pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok Roy Pangharapan kepada awak media di Depok, Senin (13/07/2020).

Menurut Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok Roy Pangharapan, mengatakan aksi ini dilakukan di SMAN 1 Depok, sebagai simbol perwakilan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, yang dibiayai dengan pajak berasal uang rakyat. Lebih jauh dikatakannya, berharap kepada Gubernur Jawa Barat agar segera mengakomodir seluruh siswa miskin yang belum mendapatkan sekolah khususnya di Depok.

“Pendidikan untuk seluruh rakyat adalah perintah Undang-undang dan Pancasila menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menolak siswa miskin, berarti pemerintah anti Pancasila. Jangan bicara Pancasila, kalau bikin peraturan yang membiarkan siswa miskin tidak bisa sekolah! Buktikan kalau Pancasila itu sakti menjamin seluruh siswa bisa sekolah tanpa diskriminasi,” tegas Roy.

Lanjutnya, relawan DKR Kota Depok akan terus mendampingi para orang tua siswa agar mendapatkan haknya. Untuk itu agar cukup Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang menyelesaikan persoalan ini.

“Tidak, ada alasan bagi sekolah negeri di Depok dan seluruh Indonesia untuk menolak siswa miskin. Kecuali mereka anti Pancasila. Yang beginian yang paling berbahaya karena menghancurkan masa depan generasi muda dan bangsa ini nantinya. Termasuk jika diperlukan kami akan datangi menteri Nadiem. Bahkan jika perlu ke Istana. Menuntut Presiden Jokowi agar konsisten menindak semua pejabat yang anti Pancasila menolak siswa miskin mendapat haknya yang dijamin undang-undang. Buktikan dirinya Pancasilais! Jangan biarkan siswa miskin tidak sekolah. Masak Gubernur Jawa Barat tidak mampu menyelesaikan persoalan dasar warganya untuk mendapat pendidikan,” pungkasnya. (Prayitno)


Comment