by

Dinilai Prematur, Bawaslu Nias Selatan Dipolisikan Tokoh Muda Nias Selatan


Nias Selatan, Mimbar Bangsa — Beberapa waktu yang lalu, sejumlah masyarakat Nias Selatan yang peduli dengan demokrasi melaporkan salah satu Calon Kepala Daerah Nias Selatan atas nama Idealisman Dachi (ID) ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nias Selatan.

Laporan itu perihal dugaan melakukan pelanggaran Pidana Pemilu, dengan memberikan keterangan yang tidak benar atau keterangan palsu pada pengurusan surat keterangan tidak memiliki tanggungan utang secara perorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan Negara yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli pada tanggal 3 September 2020 sebagai pemenuhan berkas syarat Bakal Calon Bupati Kabupaten Nias Selatan Tahun 2020.


Sementara dalam surat Ketua KPU Nias Selatan, Repa Duha, Nomor: 594/PL.02.1-SD/1214/KPU-Kab/IX/2020, tertanggal 6 September 2020, Perihal: Penyampaian Surat Laporan Pengembalian Kerugian Daerah T.A 2016 atas nama Idealisman Dachi yang ditunjukkan kepada Ketua Bawaslu Kabupaten Nias Selatan, menjelaskan bahwa Idealisman Dachi baru menyelesaikan utangnya atau kerugian daerah pada tanggal 5 September 2020.

Dalam hal ini, sejumlah masyarakat Nias Selatan menilai  dan atau menduga Idealisman Dachi yang merupakan mantan Bupati Nias Selatan periode 2011 – 2015 itu memberikan keterangan tidak benar untuk mendapatkan  surat keterangan tidak memiliki tanggungan utang secara perorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan Negara yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Gunungsitoli pada tanggal 3 September 2020.

Baca juga: Pemda Nias Selatan Belum Mengetahui Perihal Pembayaran Idealisman Dachi

Melihat hal itu, seorang Tokoh Muda Nias Selatan, Suaizisiwa Duha melaporkan hal tersebut ke Sentra Gakkumdu Nias Selatan, Sabtu, 19 September 2020, di Kantor Bawaslu Nias Selatan yang beralamat Jl. Saonigeho Lorong II No. Km 2, Ps. Telukdalam, Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan.

Namun, laporan Suaizisiwa Duha tersebut dihentikan sepihak oleh Bawaslu Nias Selatan dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa melibatkan dua unsur yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu lainnya (Polri dan Kejaksaan).

“Saya tidak tahu alasan Bawaslu Nias Selatan menghentikan laporan saya tersebut. Pada saat saya menanyakan alasan ditolaknya laporan saya tersebut, Bawaslu Nias Selatan tidak bisa memberikan jawaban yang pasti.” Sua menjelaskan dengan nada kecewa.

Baca juga: Bawaslu Nias Selatan Diduga Tidak Prosedural Dalam Menangani Tindak Pidana Pemilu

Menindaklanjuti laporan masyarkat yang dengan gampang ditolak oleh Bawaslu Nias Selatan itu, Suaizisiwa Duha melaporkan Bawaslu Nias Selatan di Polres Nias Selatan dan Kejaksaan Negeri Nias Selatan, perihal dugaan tindak pidana Pemilu, Kamis (24/9/2020).

Selain di Polres Nias Selatan dan Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Suaizisiwa juga menjelaskan bahwa laporan tersebut telah ditembuskan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia, BawasluProvinsi, dan  Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia.

Kepada Mimbar Bangsa, Sua Duha menjelaskan bahwa Bawaslu Nias Selatan menghentikan laporan secara sepihak tanpa mempedomani Peraturan Bersama Ketua Bawaslu RI, Kapolri, dan Jaksa Agung Tahun 2020 dan menilai adanya dugaan ketidak adil dalam melaksanakan tugasnya sebagai Komisioner Bawaslu Nias Selatan.

“Prematur dan terkesan memihak kepada salah satu cakada, sehingga dengan gampang menolak setiap laporan masyarakat.” Katanya.

Di tempat terpisah, Tokoh Masyarakat Nias Selatan sekaligus Anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara, Thomas Dachi, S.H. berharap agar penegak hukum segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kita berharap dan mendukung Kapolres Nias Selatan dan Kajari Nias Selatan segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut,” Thomas berharap.

Masih di Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Suaizisiwa Duha menegaskan bahwa dia bersama teman – temannya akan menempuh jalur hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku demi terciptanya demokrasi yang baik di Nias Selatan. (Red)

 


Comment