by

Cap KKB Teroris dan Skenario Perang di Tanah Papua

-Hankam-18 views

Jakarta, MimbarBangsa.co.id — Pemerintah resmi menggolongkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) serta para pendukungnya sebagai teroris.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD langsung meminta Porli dan TNI segera menindak OPM. Menurutnya, aparat perlu segera bertindak lantaran OPM semakin brutal di Bumi Cendrawasih.


Namun, keputusan pemerintah ini mendapat kritik dari sejumlah pihak. Kebijakan tersebut dianggap berlebihan dan berpotensi meningkatkan eskalasi konflik. Selain itu, label teroris dianggap bisa menjadi legitimasi aparat bertindak sewenang-wenang.

 

Tim Kajian Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas mengatakan pemerintah mengambil langkah yang tak bijaksana dalam penyelesaian konflik di Papua. Menurutnya, cap KBB teroris merupakan skenario perang dari pemerintah.

“Yang dilakukan pemerintah ini adalah skenario perang. Operasi terhadap mereka itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau OPM habis mungkin 10 tahun lagi akan muncul generasi selanjutnya. Enggak akan habis,” kata Cahyo, Jumat (30/4).

Cahyo berpendapat cap teroris kepada OPM tak tepat lantaran kelompok tersebut tengah memperjuangkan kemerdekaan Papua. Menurutnya, label teroris tersebut justru mereduksi realitas perjuangan masyarakat di akar rumput.

“OPM itu kan gerakan untuk mencapai kemerdekaan Papua, bukan gerakan yang bertujuan untuk menebar teror ke masyarakat atau negara,” ujarnya.

Cahyo mengatakan KKB atau OPM berbeda dengan teroris. Kekerasan yang mereka lakukan, katanya, memang tak bisa dibenarkan. Namun pemberian label teroris juga tak bisa diiyakan begitu saja.

Menurutnya, jika memang pemerintah mencap KKB sebagai kelompok teroris karena tindak kekerasan yang mereka lakukan selama ini, faktanya aparat Polri dan TNI juga melakukan hal serupa di Papua.

“Itu juga sama, mereka berdua baik TNI Polri maupun OPM ini membuat ketakutan kepada masyarakat sipil,” katanya.

 

 

Sumber: CNN Indonesia

Comment

Related Post