by

Berikut Kronologi Kematian Kepala Desa Hiliweto yang Ditemukan Tewas Tergantung


Nias Selatan, Mimbar Bangsa – Seorang laki-laki dewasa ditemukan tewas tegantung dan diduga gantung diri, di Desa Hiliweto, Kecamatan Onohazumba, Kabupaten Nias Selatan, pada Sabtu pagi  (15/8/2020), pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Lolowau yang menerima laporan dari masyarakat, sekira pukul 11.20 WIB, langsung turun ke lokasi bersama anggota dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, di dalam sebuah kamar milik korban sendiri.


Korban gantung diri dengan menggunakan tali pelastik yang melingkar di leher korban, namun pada saat Kapolsek Lolowau beserta anggota tiba, posisi korban sudah berbaring, di tempat tidur.

Adapun alasan pihak keluarga yang mengangkat tubuh korban dari tali tersebut, dikarenakan keluarga korban menduga, korban masih bisa diselamatkan.

Namun setelah korban diturunkan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Adapun identitas korban yaitu Fasola Ndruru alias Ama Pepi (42), Kepala Desa Hiliweto, warga Desa Hiliweto, Kecamatan Onohazumba.

Kronologisnya, pada hari naas itu, sekitar pukul 09.00 WIB, istri korban pergi ke kebun untuk bekerja dan meninggalkan korban di dalam kamar yang saat itu lagi bersiap – siap untuk pergi ke kantor desa untuk melakukan verifikasi.

Kemudian, sekitar pukul 09.40 WIB, pegawai kantor camat datang ke rumah korban, untuk memanggil korban untuk menghadiri rapat verifikasi dan menemui ibu kandung korban untuk memanggil korban, di dalam kamar korban.

Namun setelah beberapa kali ibu kandung korban memanggil, korban tetap tidak menyahut.

Selanjutnya, pegawai kantor camat beserta keluarga juga ikut menggedor pintu dan jendela kamar korban, namun tetap tidak ada tanggapan dari korban.

Karena merasa curiga, selanjutnya saksi Agus Nirmala Grisel, mengintip ke dalam kamar korban, dan saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung, di dalam kamar.

Kemudian, saksi-saksi langsung mendobrak pintu kamar tersebut dan selanjutnya saksi-saksi langsung berusaha untuk menyelamatkan korban, dengan cara menurunkan korban dari tali tersebut.

Namun setelah diturunkan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Istri korban telah membuat surat pernyataan tidak keberatan atas meninggalnya suaminya dan menyatakan tidak akan menuntut permasalahan tersebut di kemudian hari.

 

Dikutib dari: mitrabhayangkara.com


Comment