by

Berikut Cara Merubah PHK Menjadi Awal Masa Depan yang Baru

-Berita-109 views

Jakarta, MimbarBangsa.co.id – Orang yang mengalami putus kontrak kerja atau PHK biasa mengalami masa yang sulit. Baik dikarenakan memang sudah habis kontrak kerja atau perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.

Tak sedikit dari mereka merasa dunia akan runtuh. Apalagi jika ia merupakan tulang punggung keluarga. Tentu banyak tekanan yang dihadapi untuk kembali membuat dapur ngebul. Jika ia tergabung dan telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi pilihan.

Uang tersebut tentu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau masih tersisa, dana tersebut digunakan untuk modal usaha. Lalu selanjutnya bagaimana? Tak ada yang tahu usaha yang dibuka akan menguntungkan atau tidak. Nah, daripada mencairkan dana dari JHT, sekarang BPJAMSOSTEK memiliki program pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja.

Program ini merupakan upaya pemerintah untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dan tangguh sesuai dengan program kerja Presiden Joko Widodo. Sebenarnya, program vokasi juga dilaksanakan oleh berbagai kementerian lembaga lainnya.

Namun, ditunjuknya BP Jamsostek sebagai salah satu penyelenggara piloting program vokasi karena dinilai relevan dan erat dengan bisnis yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK, yaitu jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui program vokasi ini, para pekerja yang ter-PHK atau putus kontrak akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki.

Dengan meningkatkan keahlian dan keterampilannya, diharapkan pekerja dapat bekerja kembali ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa ahli. Peserta pun diberikan kesempatan untuk memilih bidang apa yang diinginkan.

Terdapat beberapa bidang yang dibutuhkan oleh perusahaan dan tersedia dalam program vokasi ini, seperti pariwisata, digital kreatif, perkebunan, manufaktur, garmen, jasa kemasyarakatan, konstruksi, dan tenaga kesehatan non medis. “Bagi para pekerja, tak usah berputus asa. Kami menyediakan modulnya, menyiapkan kelasnya.

Bisa diakses di semua BLK, pusat latihan kerja, training centre yang sudah bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK untuk belajar kembali, up-skilling atau re-skilling supaya bisa kembali bekerja atau menjadi wisausahawan yang tangguh,” ujar Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif, pada Rabu, (06/10/2019) di Jakarta.

Meski sebagai penyelenggara, BPJAMSOSTEK bekerja sama dengan lembaga pelatihan, baik milik pemerintah, Balai Latihan Kerja (BLK), maupun dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) milik swasta. Lembaga-lembaga tersebut akan mengadakan pelatihan kepada peserta dan sertifikasi keahlian tertentu supaya dapat terserap kembali di dunia kerja.

Peserta akan mendapatkan pelatihan sesuai dengan bidang yang diinginkan. Saat ini modul yang tersedia di pelatihan vokasi ini meliputi digital kreatif ( UI/UX dan pembuatan aplikasi), basic manufacture, basic hospitality, sawing, pariwisata, adiminstrasi perkantoran, operator alat berat, operator pesawat angkat angkut (forklift), kerja di ketinggian, kelistrikan, asisten koki, food and baverage, barista, dan design grafis.

Dengan database yang dimiliki BPJAMSOSTEK, sebanyak 606 perusahaan dan 50 juta peserta individu yang telah menjadi peserta BPJAMSOSTEK, Krishna optimis akan dapat menyalurkan pekerja ahli kepada perusahaan sesuai dengan kebutuhan. “Dengan database itu kami harus membentuk ekosistem supaya tiap kebutuhan pekerja di perusahaan bisa menjadi informasi penting bagi tiap individu yang membutuhkan pekerjaan.

Baik itu sifatnya magang, hingga kebutuhan pekerja kontrak panjang. Istilahnya job service,” ucap Krishna. Informasi mengenai jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan akan disediakan oleh BPJAMSOSTEK yang juga bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain itu, berkolaborasi dengan perusahaan juga dilakukan supaya kebutuhan tenaga kerja dengan jenis pekerjaan bisa diakomodasi oleh BPJAMSOSTEK. Meski pemerintah memberikan target 20.000 pekerja untuk mengikuti vokasi, sejak dimulainya pelatihan pada bulan September 2019 hingga 31 Oktober 2019, peserta vokasi sudah mencapai 250 orang. Dari angka tersebut, hingga awal November 2019 ini telah ada 14 orang yang terserap dan kembali bekerja di wilayah Cikarang dalam bidang manufaktur.

Dalam tahap awal, pelatihan vokasi dilakukan di Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada bulan November ini, pelatihan akan diperluas di Lombok, Balikpapan, Tangerang, dan beberapa wilayah lain di Indonesia. Ke depannya, pelatihan vokasi ini diharapkan dapat menjadi tempat semua orang yang sudah tidak bekerja tetapi masih menjadi peserta iuran BPJAMSOSTEK untuk meningkatkan skill.

Baik yang akan kembali bekerja di dalam atau luar negeri, atau bagi mereka yang ingin berwirausaha supaya lebih tangguh. “Kami himbau kepada pekerja, masih ada masa depan, masih ada harapan. Pemerintah memberikan komitmen dan perhatiannya melalui program vokasi di BPJAMSOSTEK.

Mari ikut bergabung dan banyak sekali yang bisa kita mulai,” ujar Krishna. Persyaratan untuk mengikuti pelatihan vokasi ini bagi Anda yang tertarik, cukup mudah. Jika Anda merupakan peserta BPJAMSOSTEK, memiliki JHT, telah di-PHK atau putus kontrak kerja, dan usia tidak melebihi 40 tahun, silakan daftarkan diri melalui situs web https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/.

Keuntungan yang akan didapatkan peserta pelatihan, bukan hanya meningkatkan skill dan info lowongan pekerjaan, tetapi peserta juga akan mendapatkan sertifikat, uang transport, dan uang saku. “Selesai ikut vokasi memberikan harapan yang lebih baik supaya kita bisa membentuk nilai ekonomi, memberikan kehidupan yang lebih baik. Tak hanya untuk bangsa dan negara, tetapi untuk keluarga juga,” tutup Krishna. Informasi lebih lanjut mengenai pelatihan vokasi, bisa didapatkan di tautan berikut ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “PHK atau Putus Kontrak Kerja Bukan Akhir, Justru Awal Temukan Masa Depan Baru”,


Comment

Related Post