by

Berikut Ancaman Hukuman Bagi Pelaku  Tindak Pidana Karhutla

Tapanuli Tengah, Mimbar Bangsa — Berdasarkan data BMKG Kabupaten Tapanuli Tengah menyampaikan bahwa Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah memasuki musim kemarau menjadi pemicu banyaknya titik hotspot yang terpantau oleh satelit TERRA melalui Aplikasi Lancang Kuning.

Beberapa tempat diwilayah Polsek Jajaran Tapanuli Tengah ada ditemukan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terlebih lokasi kebakaran yang berada jauh dari jalan utama.


Dari data dan Informasi yang didapatkan dari Lapangan Selain Pengaruh Musim Kemarau, Karhutla Juga terjadi dikarenakan perilaku membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tapi tidak ditunggu sehingga percikan bakaran terbang  Tengah Instruksikan Jajaran untuk meningkatkan pemantauan khususnya terkait Karhutla.

AKBP Nicolas Dedy Arifianto, SH, SIK, MH melalui Paur Kasubbag Humas Polres,AKBP Horas Ginting mengatakan ” meminta peranan semua pihak baik pejabat pemerintahan kecamatan atau desa serta unsur lainya agar menghimbau warga untuk menghindari pemicu terjadinya Karhutla diwilayah Kab. Tapanuli Tengah”ungkapnya

Pencegahan Awal dari Polres Tapanuli Tengah  Bahwa Personil Bhahinkamtibmas telah  melakukan pemasangan spanduk peringatan yang juga melibatkan pejabat pemerintahan kecamatan atau desa, babinsa dan unsur lainya dan Polres Tapanuli Tengah dan Polsek Jajaran telah memasang puluhan spanduk himbauan tentang Karhutla.

Jika ada yang melakukan pembakaran lahan tentunya bisa di kenakan tindak Pidana dengan ancaman 10 tahun penjara seperti di atur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan

“Pada pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja membuka dan atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar,” kata Kapolres dalam arahannya.

“Kepada masyarakat maupun badan perusahaan yang sedang melakukan pembersihan lahan, jangan memakai api, bagi warga tetap di perbolehkan membuka lahan namun tidak di benarkan dengan cara pembakaran. Namun lakukanlah sesuai dengan ketentuan yang ada seperti sistem runduk yaitu Lahannya di bersihkan secara bertahap dan tidak secara sekaligus”. Tutup Kapolres Tapanuli Tengah. (Beda L)

Comment