by

6 Fakta Menarik tentang Palembang, Kota Tertua di Indonesia

Jakarta, MimbarBangsa.co.id – Palembang merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Medan dan menjadi ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan. Salah satu kota tertua di Kepulauan Melayu dan ASEAN ini memiliki luas wilayah 369,22 kilometer persegi.

Kota ini sempat menjadi ibu kota dari Kerajaan Sriwijaya yang juga merupakan kerajaan terkuat di Melayu. Bukti awal keberadaan Palembang adalah ketika pada abad ke-7, biksu Tiongkok, Yjing mengunjungi Kerajaan Sriwijaya selama enam bulan.


Palembang memiliki tempat penting yang kerap dikunjungi oleh para wisatawan, di antaranya, Jembatan Ampera dan Sungai Musi, yang membelah kota menjadi dua bagian. Bagian utara dari Sungai Musi dikenal dengan sebutan Seberang Ilir, sementara bagian selatan dikenal dengan sebutan Seberang Ulu.

Namun, hal-hal menarik tentang Palembang tak hanya itu, kami merangkum enam fakta menarik di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Kota Tertua di Indonesia

Keberadaan Palembang diketahui sejak berdirinya kerajaan Sriwijaya yang juga merupakan kerajaan pertama di Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca dan juga prasasti, di antaranya prasasti Kedukan Bukit di Bukit Siguntang. Dalam prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno ini, dijelaskan bahwa Palembang sudah menjadi sebuah kota sejak 16 Juni 682M yang didirikan oleh Dapunta Hyang.

2. Perkampungan Arab

Palembang memiliki banyak beragam etnis dan budaya di lingkungan masyarakatnya, mulai dari etnis Tionghoa, India, hingga Arab ada di daerah ini. Salah satu tempat wisata yang terkenal di Palembang yakni Kampung Arab Al-Munawar, sebagian besar penduduk di Kampung Arab adalah orang-orang yang berasal dari Arab.

Diperkirakan sekitar 300 tahun yang lalu, masyarakat Arab datang ke Palembang untuk berdagang dan menyebarkan Agama Islam. Kampung Arab terletak di sepanjang Sungai Musi, baik di bagian Ilir, maupun yang di bagian Ulu, tepatnya berada di Lorong Asia dan Kampung Sungai Bayas.

Masyarakat kampung Arab punya tradisi unik terkait pernikahan, yakni seorang perempuan keturunan Arab tidak boleh menikah dengan laki-laki Pribumi. Namun, laki-laki keturunan Arab boleh menikah dengan perempuan pribumi.

Alasannya karena perempuan keturunan Arab yang menikah dengan laki-laki pribumi akan dianggap tak lagi jadi bagian masyarakat Kampung Arab di Palembang. Menurut mereka, laki-lakilah yang masih memiliki darah keturunan dari Rasulullah, sedangkan perempuan tidak.

3. Pernah Jadi Kota Terbersih se-ASEAN

Pada 2006, Palembang mendapat predikat kota terkotor di Indonesia. Di tahun berikutnya, kota itu justru berhasil menyabet kota terbersih di Indonesia dan meraih Adipura.

Bahkan tak hanya di Indonesia, Palembang pernah jadi kota terbersih (Environmentally Sustainable City) di Asia Tenggara. Total, Palembang menjadi kota terbersih se-ASEAN sebanyak dua kali dan menerima Piala Adipura sembilan kali.

4. Alquran Terbesar di Dunia

Bayt Al-Quran Al Akbar yang berada di kawasan Soak Bujang, Gandus, Palembang menjadi salah satu tujuan wisata religi yang banyak didatangi oleh para wisatawan. Di tempat itu terdapat Alquran raksasa berukuran 1,77×1,4 meter dengan tebal 2,5 meter.

Alquran tersebut dibuat selama kurang lebih tujuh tahun, dari 2002 hingga 2009. Sekitar 40 meter kubik kayu tembesu dihabiskan dalam proses pembuatannya.

Mahakarya asli Wong Kito itu, tak hanya menjadi alternatif tujuan wisata bagi wisatawan lokal. Wisatawan dari mancanegara pun, terutama dari Arab, banyak yang sengaja datang untuk melihat Al-quran terbesar di dunia itu.

5. Nama Asli Jembatan Ampera

Jembatan Ampera merupakan ikon dari Kota Palembang yang wajib dikunjungi para wisatawan, terutama yang baru menginjakkan kaki di sana. Tapi, apakah Anda tahu bahwa nama asli dari jembatan terpanjang pada masanya itu bukanlah Jembatan Ampera?

Untuk memberikan sebuah penghargaan terhadap proklamator dan Presiden pertama RI, awalnya jembatan ini diberi nama Jembatan Bung Karno. Namun karena terjadi pergolakan politik pada 1966, akhirnya nama jembatan tersebut diubah menjadi Jembatan Ampera yakni singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat.

6. Tempat Asal Pempek

Pempek atau empek-empek merupakan makanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan tenggiri atau gabus yang digiling lembut dan dicampur tepung kanji atau tepung sagu, serta beberapa komposisi bahan lainnya seperti telur, penyedap rasa, bawang putih, dan garam. Pempek memiliki banyak varian dan disajikan dengan kuah cuka berasa asam, manis, dan pedas.

Pempek hadir di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa sekitar abad-16. Menurut tradisi, nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan apek atau pek-pek, yaitu sebutan untuk paman atau lelaki tua Tionghoa.

 

 

Sumber: Liputan6

Comment

Related Post