by

42% Level Manager ke Atas di BI Adalah Perempuan

Jakarta, MimbarBangsa.co.id — Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa kesetaraan gender di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Perempuan sudah diberikan ruang untuk ikut andil dalam merumuskan dan mengambil kebijakan. Hal ini tercermin dari banyaknya tokoh perempuan yang menduduki posisi pimpinan.

“Hari ini kita melihat banyak perempuan Indonesia sudah duduki posisi penting dan strategis dan ini gak lepas dari perjuangan Raden Ajeng Kartini beliau kedepankan pendidikan kaum perempuan,” tutur Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Webinar “Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia” yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu (21/4/2021).


Bahkan di Bank Indonesia, kata Destry, yang menduduki posisi manager ke atas sebanyak 42% adalah perempuan. Di level pimpinan, selain dirinya, ada juga Deputi Gubernur Bank Indonesia perempuan yakni Rosmaya Hadi yang dipilih berdasarkan kapabilitas dan kemampuan.

“BI untuk level manager ke atas 42% sudah wanita dan level pimpinan dua dari enam anggota Dewan Gubernur wanita, itu bukan karena kuota atau kasihan, tapi karena kapabilitas kemampuan yang dimiliki perempuan sehingga mereka berhak dapatkan posisi setara dengan kaum lelaki,” tegasnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Destry mengatakan partisipasi angkatan kerja perempuan dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan. Saat ini di posisi 53% dari populasi perempuan. Meski masih rendah dari porsi partisipasi angkatan kerja laki-laki di posisi 85%, tetapi ia meyakini persentase angkatan kerja perempuan akan terus meningkat.

Destry menyebut bahwa peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan akan meningkat 25% i tahun 2025. Hal ini berdasarkan studi Bank Dunia periode Maret 2021. “Studi Bank Dunia perkirakan peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan 25 persen tahun 2025 dapat tingkatkan output ekonomi setara 2,9% dari PDB (produk domestik bruto), jadi ini menarik sekali pemberdayaan wanita. Karena jelas akan berikan kontribusi positif terhadap ekonomi,” pungkasnya.

 

Sumber: BeritaSatu.com

Comment

Related Post