MimbarBangsa.co.id — Pengumuman kebijakan tarif impor baru oleh mantan Presiden AS Donald Trump mengguncang pasar global, menyebabkan para miliarder top dunia kehilangan miliaran dolar dalam hitungan jam. Kebijakan proteksionis tersebut memicu penurunan tajam di pasar saham, terutama di sektor teknologi dan ritel, yang menjadi penyumbang utama kekayaan para taipan ini.
Daftar Kerugian Terbesar
Berikut 10 orang terkaya yang paling terdampak berdasarkan data per 4 April 2025:
- Mark Zuckerberg (Meta Platforms) – $17,9 miliar
- Jeff Bezos (Amazon) – $15,9 miliar
- Elon Musk (Tesla, SpaceX, X Corp) – $11 miliar
- Michael Dell (Dell Technologies) – $9,53 miliar
- Larry Ellison (Oracle) – $8,10 miliar
- Jensen Huang (NVIDIA) – $7,36 miliar
- Bernard Arnault (LVMH) – $6,22 miliar
- Larry Page (Alphabet/Google) – $4,79 miliar
- Sergey Brin (Alphabet/Google) – $4,46 miliar
- Thomas Peterffy (Interactive Brokers) – $4,06 miliar
Akar Masalah: Kebijakan Tarif Trump
Trump, yang kembali menjadi presiden AS sejak 2024, mengumumkan kenaikan tarif impor untuk produk elektronik, kendaraan listrik, dan barang mewah dari Tiongkok dan Uni Eropa. Langkah ini dianggap sebagai upaya melindungi industri dalam negeri, tetapi justru memicu kekhawatiran perang dagang baru.
"Sektor teknologi dan konsumen menjadi yang paling terpukul karena ketergantungan mereka pada rantai pasok global," jelas analis pasar saham, Richard Chang.
Reaksi Pasar & Proyeksi ke Depan
Indeks NASDAQ turun 4,5%, sementara S&P 500 anjlok 3,8% dalam sehari. Saham Meta, Amazon, dan NVIDIA termasuk yang paling tertekan, dengan penurunan antara 5-7%.
Elon Musk, melalui platform X, menyebut kebijakan ini "berisiko memicu resesi." Sementara itu, Jeff Bezos dilaporkan sedang mempertimbangkan realokasi investasi Amazon ke negara-negara dengan tarif lebih rendah.
Dampak terhadap Ekonomi Global
Ekonom memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat memperlambat pertumbuhan global, terutama jika negara lain membalas dengan tarif serupa. "Ini seperti domino effect yang bisa memperburuk inflasi," ujar Ketua IMF, Kristalina Georgieva.
Bagaimana dengan Indonesia?
Meski tidak masuk daftar miliarder yang paling terdampak, pengusaha Indonesia seperti Chairul Tanjung dan Prapto Pangestu juga mengalami penurunan kekayaan akibat melemahnya pasar emerging markets.
"Kita perlu waspada terhadap dampak tidak langsung, terutama di sektor ekspor," kata Menteri Perdagangan RI.
Apa Selanjutnya?
Para investor kini menunggu respons dari pemerintah negara-negara lain, termasuk kemungkinan negosiasi ulang perdagangan internasional. Jika ketegangan mereda, pasar mungkin akan pulih—tetapi jika eskalasi terus terjadi, kerugian bisa semakin dalam. (wls/mbg)
Catatan Redaksi:
Artikel ini diperbarui per 4 April 2025, pukul 18.00 WIB. Nilai kerugian dapat berubah sesuai fluktuasi pasar.