Iklan

terkini

Geger! Ratusan Peluru dan Granat Perang Dunia II Ditemukan di Lokasi Pengungsian Gunung Lewotobi

Mimbar Bangsa
4/02/25, 14:32 WIB Last Updated 2025-04-03T07:35:28Z


MimbarBangsa.co.id - Sebuah penemuan menggemparkan terjadi di lokasi pengungsian akibat erupsi Gunung Lewotobi, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pengungsi bernama Pius Kuta, warga Desa Konga, menemukan ratusan peluru dan belasan granat saat menggali tanah untuk membuat sepiteng, pada Selasa, 1 April 2025.

Temuan mengejutkan ini sontak membuat geger para pengungsi dan aparat keamanan yang berjaga di lokasi tersebut. Pihak kepolisian setempat mencatat total terdapat 16 granat dan 393 peluru yang terkubur dalam tanah.
Dugaan Peninggalan Perang Dunia II

Berdasarkan identifikasi awal, granat yang ditemukan merupakan tipe inersia World War II Tipe 97 buatan Jepang. Sementara itu, peluru yang ditemukan berkaliber 6,5 mm, yang biasa digunakan untuk senjata Arisaka Tipe 38, senjata standar tentara Jepang pada era Perang Dunia II.

Sejarawan militer, Dr. Budi Santoso, menyebut bahwa penemuan seperti ini bukanlah hal langka di Indonesia, terutama di wilayah yang dahulu menjadi basis pertahanan Jepang.

    “Amunisi dan persenjataan yang terkubur selama puluhan tahun dapat tetap utuh dalam kondisi tertentu, terutama jika tersimpan di tanah yang kering atau terlindung dari unsur pelapukan,” ujar Dr. Budi.

Menurutnya, wilayah Flores dan sekitarnya memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari jalur pertahanan Jepang selama Perang Dunia II. Tidak jarang, peninggalan perang serupa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di lokasi yang pernah menjadi basis militer atau jalur pergerakan tentara.
Proses Penemuan dan Pengamanan

Pius Kuta awalnya tidak menyadari bahwa benda yang ia gali adalah amunisi perang yang masih berpotensi berbahaya. Setelah menemukan beberapa butir peluru dan benda berbentuk granat, ia segera melaporkan temuannya kepada aparat keamanan, yakni anggota TNI dan kepolisian yang sedang berjaga di lokasi pengungsian.

Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian bersama personel Brimob dari Polda NTT segera melakukan penyisiran dan pengamanan lokasi. Tim ahli dari Brimob Peumere, Kabupaten Sikka, juga dikerahkan untuk menangani temuan ini guna memastikan tidak ada ancaman ledakan yang dapat membahayakan warga sekitar.

Kapolres Flores Timur, AKBP Dedi Setiawan, menegaskan bahwa seluruh amunisi yang ditemukan akan diamankan dan dihancurkan sesuai dengan prosedur standar.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mencoba menangani temuan ini secara mandiri. Semua temuan akan ditangani oleh tim ahli guna memastikan keamanan bersama,” ujar AKBP Dedi.

Selain itu, Polisi dan TNI masih terus melakukan investigasi untuk memastikan tidak ada sisa amunisi lain yang tersembunyi di area pengungsian. Warga yang menemukan atau mencurigai adanya benda mencurigakan diimbau untuk tidak menyentuhnya dan segera melapor kepada aparat berwenang.
Ancaman di Tengah Bencana

Penemuan ini menambah kekhawatiran bagi para pengungsi yang sudah terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Selain menghadapi bencana alam, kini mereka juga dihadapkan pada potensi bahaya dari peninggalan perang yang tidak terduga.

Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah cepat dalam menangani situasi ini, baik dengan evakuasi sementara bagi warga yang berada di lokasi berisiko maupun dengan mempercepat proses pemusnahan amunisi yang ditemukan.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa sejarah perang dunia masih menyisakan ancaman tersembunyi, bahkan di tengah kondisi darurat bencana seperti yang terjadi di Flores Timur saat ini. 

(wls/mbg)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Geger! Ratusan Peluru dan Granat Perang Dunia II Ditemukan di Lokasi Pengungsian Gunung Lewotobi

Terkini

Iklan