![]() |
Satgas Yonif 512/QY memusnahkan ladang ganja seluas setengah hektare di Serambakon, Kab. Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Jumat (28/3) |
MimbarBangsa.co.id – Dugaan bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mendanai operasional mereka melalui hasil penjualan ganja semakin menguat setelah Satgas Yonif 512/QY menemukan dan memusnahkan ladang ganja seluas setengah hektare di Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Jumat (28/3).
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menemukan 204 pohon ganja yang diyakini menjadi sumber utama pendanaan kelompok separatis. Komandan Satgas Yonif 512/QY, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo, mengungkapkan bahwa hasil penjualan ganja ini digunakan untuk mendanai berbagai aktivitas OPM, termasuk pengadaan senjata dan logistik mereka.
"Kami menduga kuat bahwa kelompok ini menggunakan hasil dari penjualan ganja untuk membiayai pergerakan mereka. Pemusnahan ladang ini menjadi pukulan telak bagi jaringan mereka," tegas Letkol Galih.
Ganja Sebagai Sumber Pendanaan OPM
Dugaan bahwa OPM memanfaatkan perdagangan ganja sebagai sumber pendanaan bukanlah hal baru. Beberapa laporan intelijen sebelumnya juga menunjukkan bahwa kelompok bersenjata di Papua kerap terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal untuk menopang kebutuhan operasional mereka.
Dalam kasus kali ini, ladang ganja yang ditemukan langsung dimusnahkan oleh aparat dengan mencabut dan membakar seluruh tanaman. Barang bukti yang masih tersisa kemudian diserahkan kepada Wakapolres Pegunungan Bintang, Kompol Micha Toding, untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Kami akan menelusuri jaringan distribusi dan pihak yang terlibat dalam peredaran ganja ini. Dugaan keterkaitan dengan kelompok separatis sedang kami dalami," ungkap Kompol Micha.
Ditemukan Pondok Persembunyian OPM
Selain ladang ganja, aparat juga menemukan sebuah pondok yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian OPM. Dalam pondok tersebut, tim menemukan tiga panel surya dan satu bendera Bintang Kejora, yang semakin menguatkan dugaan bahwa lokasi tersebut memang menjadi basis kelompok bersenjata tersebut.
Keberadaan pondok ini menunjukkan bahwa kelompok separatis tidak hanya mengandalkan penyelundupan senjata, tetapi juga pendanaan dari aktivitas ilegal seperti perdagangan ganja untuk tetap bertahan.
Peringatan dari Aparat Keamanan
Letkol Inf Galih menegaskan bahwa TNI akan terus menindak tegas segala bentuk aktivitas ilegal yang berkaitan dengan pendanaan kelompok separatis.
"Kami akan terus melakukan operasi untuk memutus aliran dana mereka, baik dari perdagangan ganja maupun aktivitas ilegal lainnya. Negara tidak boleh kalah dengan kelompok kriminal bersenjata," tandasnya.
Dengan dimusnahkannya ladang ganja ini, diharapkan jalur pendanaan OPM semakin terhambat, sehingga dapat mengurangi kemampuan mereka dalam melakukan aksi-aksi yang mengganggu keamanan di Papua.
Aparat keamanan juga mengimbau masyarakat agar melaporkan jika menemukan indikasi adanya aktivitas ilegal yang berpotensi mendukung kelompok separatis.