Iklan

terkini

Rakernas GPI dan Munas Perkupi 2025 Resmi Ditutup dengan Semangat Kebersamaan dan Kontribusi untuk Bangsa

WAOLI LASE
2/16/25, 23:00 WIB Last Updated 2025-03-23T17:41:17Z


Jakarta, HarianNias.com -
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) dan Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta Indonesia (Perkupi) tahun 2025 resmi ditutup pada Minggu (16/02/25) di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Acara penutupan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, pendeta, dan jemaat GPI dari seluruh Indonesia, menandai momen penting dalam mempererat kebersamaan dan memperkuat pelayanan gereja di tanah air.

Acara penutupan tersebut dihadiri oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum (PU) Bidang Komunikasi Publik Jansen Sitindaon, serta Ketua GPI Rev. Dr. MH Siburian MMin. Selain itu, 300 pendeta GPI dan ribuan jemaat turut hadir, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kekeluargaan.

Ketua Panitia Pelaksana Rakernas GPI dan Munas Perkupi 2025, Pdt. Sabam Sinaga, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan haru karena acara ini dapat terlaksana setelah hampir lima tahun tidak diadakan. “Kami memiliki keyakinan bahwa Perkupi ini akan berkembang pesat di seluruh dunia dan diberkati oleh Tuhan yang luar biasa,” ujar Pdt. Sabam Sinaga. Ia juga menekankan moto pertemuan ini, yaitu “Diberkati untuk Memberkati,” yang menjadi semangat bagi umat gereja untuk terus berbagi berkat dan cinta kasih.

Staf Khusus Menteri PU Bidang Komunikasi Publik, Jansen Sitindaon, dalam pidatonya menyoroti peran penting umat Kristen dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. “Sejarah umat Kristen di Indonesia merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjalanan bangsa ini. Semangat nasionalisme sudah tumbuh sejak dulu, dan umat Kristen telah berperan aktif dalam perjuangan, baik sebagai tentara maupun aktivis politik,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa banyaknya makam bertanda salib di Taman Makam Pahlawan Kalibata menjadi bukti nyata kontribusi umat Kristen dalam perjalanan bangsa.


 

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan pandangan baru mengenai program transmigrasi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa transmigrasi tidak hanya tentang perpindahan penduduk, tetapi juga tentang menciptakan kawasan ekonomi yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin transformasi transmigrasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan membangun daerah dengan cara yang lebih efektif,” tegasnya.

Acara penutupan Rakernas GPI dan Munas Perkupi 2025 diakhiri dengan ibadah bersama yang semakin mempererat tali persaudaraan di antara seluruh jemaat dan pendeta GPI. Momen ini menjadi simbol semangat kebersamaan umat Pentakosta Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan dan terus berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara.

Dengan semangat “Diberkati untuk Memberkati,” umat GPI berkomitmen untuk terus melayani dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Rakernas GPI dan Munas Perkupi 2025 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga penguatan visi dan misi gereja dalam menjawab tantangan zaman.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rakernas GPI dan Munas Perkupi 2025 Resmi Ditutup dengan Semangat Kebersamaan dan Kontribusi untuk Bangsa

Terkini

Iklan