Danlanal Nias Serahkan Hasil Tes DNA Almarhum Iwan Sutrisman Telaumbanua Kepada Keluarga

Selatan, MimbarBangsa.co.id – Keluarga almarhum Iwan Sutrisman Telaumbanua, yang masih dalam keadaan duka sejak kepergiannya yang tragis, akhirnya mendapati titik terang dalam badai kesedihan mereka. Pada hari Senin, tanggal 6 Mei 2024, pukul 11.00 WIB, di tengah suasana yang penuh haru dan penantian yang tak terlupakan, Danlanal Nias, Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah, .E., M.Tr. Hanla, M.M, CHRMP, secara resmi menyerahkan hasil tes DNA kepada keluarga di rumah mereka di Gomo.

Kehadiran Paur Hartib Denpom , Letda Laut (PM) Wahyudi Okte Wahid, sebagai perwakilan Danlanal, bersama dengan beberapa personil Nias, seperti Serma Mar Paskalis Hondro, Sertu Ttg Eka Zebua, dan Kls. Pom M. Dufan Pratama, memberikan dukungan dan empati yang sangat dibutuhkan dalam momen berat ini.

Paskah-Sekda-Nias-Selatan-Ikhtiar-Duha

Tonton juga: Sosok Mayat Ditemukan Di Sawahlunto, Diduga Kuat Jasad Iwan S.Telaumbanua

 


Bagi keluarga, momen penyerahan hasil tes DNA menjadi titik balik yang sangat dinantikan. Setiap detik penantian, setiap denyut jantung yang berdegup kencang, dan setiap doa yang terucap, semuanya terbayar lunas ketika kepastian bahwa jenazah yang mereka kuburkan kembali adalah milik Iwan Sutrisman Telaumbanua, terkonfirmasi secara resmi oleh hasil tes DNA yang positif dari Polda Sumbar.

Saat kabar itu disampaikan, ruang keluarga dipenuhi dengan campuran emosi: ada tangis haru yang membanjiri ruangan, tetapi juga ada senyum lega yang merekah di wajah-wajah yang pernah dirundung kesedihan. Dalam momen yang sulit seperti ini, kehadiran Danlanal Nias dan timnya memberikan kekuatan dan dukungan moral yang tak ternilai harganya.

Meskipun kehilangan Iwan adalah pukulan berat bagi mereka, kepastian ini memberikan keluarga kesempatan untuk memulai proses penyembuhan. Dalam ingatan mereka, Iwan Sutrisman Telaumbanua akan tetap hidup sebagai sosok yang penuh semangat, penuh impian, dan penuh keberanian. Dan dalam perjuangan mereka untuk mencari keadilan, mereka tahu bahwa Iwan akan selalu bersama mereka, menginspirasi dan memberikan kekuatan untuk melangkah maju, meski dalam kegelapan yang paling dalam pun.

Sebagaimana diketahui bahwa makam seorang calon TNI AL, Iwan Sutrisman Telaumbanua, yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh seorang prajurit Pangkalan (Pomal Lanal) Nias, Serda Pom Adan Aryal Marsal pada tanggal 24 Desember 2022 lalu, telah dibongkar. Langkah ini dilakukan pada hari Rabu (17/4) untuk melakukan otopsi guna mengungkap kebenaran mayat Mister X yang ditemukan pada tanggal 30 Desember 2022 lalu merupakan jenazah Iwan Sutrisman Telaumbanua.

Proses otopsi dipimpin oleh Disaster Victim Investigation (DVI) dari Polda Sumbar bersama dengan tim dokter dari Sawahlunto. Sebelum kasus tragis ini terungkap, Iwan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cemara, Kelurahan Lobang Panjang, Kecamatan Barangin, tanpa identitas yang jelas, hanya ditandai dengan nisan bertuliskan ‘X'.

Dalam proses penggalian makam, kedua orang tua Iwan dan pamannya, Yasozatulo Telaumbanua, hadir bersama dengan beberapa pejabat setempat seperti Kapolres Sawahlunto AKBP. Purwanto Hari Subekti dan Penjabat Walikota Sawahlunto Zefnihan.

Kabid Dokes Polda Sumbar, Kombes Pol. Sri Handayani menyatakan bahwa hasil otopsi akan diketahui dua minggu ke depan setelah diperiksa oleh Labfor Mabes Polri. “Dari bukti fisik dan bukti lainnya, terdapat kesesuaian yang signifikan,” ungkap Sri Handayani.

Yasozatulo Telaumbanua, pamannya, menuntut agar pelaku dihukum setimpal dengan kejahatan yang telah dilakukannya. “Kami mengharapkan keadilan dan bahwa segala keinginan yang diminta pelaku kepada orang tua almarhum dapat terpenuhi,” ujarnya.

Penasihat hukum Iwan, Aminzidu Mendrofa, menyatakan bahwa pelaku melakukan pembunuhan berencana dan pemerasan, dengan kerugian materi sebesar Rp300 juta. Namun, yang lebih besar adalah kerugian psikologis yang dialami oleh keluarga. Mereka berharap agar dapat membantu meringankan beban yang mereka pikul.

Selama ini, keluarga Iwan mengira bahwa dia sedang bertugas sebagai abdi negara sehingga tidak ada kabar dari dirinya. Namun, kecurigaan muncul ketika Serda Pom Adan meminta uang tanpa memberikan informasi mengenai keberadaan Iwan. Akhirnya, keluarga Iwan melapor ke Pom Lanal Nias karena tidak mendapat kabar tentang keberadaan Iwan sejak tahun 2022 ketika ia mengikuti pendidikan casis Bintara TNI AL di . Pada tanggal 28 Maret 2024, Pom Lanal Nias mengumumkan bahwa Iwan telah meninggal dunia karena dibunuh.

Simak berita dan artikel lainnya di  Google News


Leave a Reply