Terungkap Alasan Erick Thohir Taruh Anak Gus Dur di Garuda

Jakarta, Mimbar Bangsa – Erick Thohir angkat suara soal jajaran baru direksi dan Indonesia (Persero) Tbk. Erick bahkan menggarisbawahi penunjukkan sebagai Direktur Utama hingga selaku Komisaris Garuda.

“Kami di BUMN berupaya mencari figur terbaik yang duduk mengelola flight carrier kita, Garuda Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (22/1).

Paskah-Sekda-Nias-Selatan-Ikhtiar-Duha

Tonton juga: Sosok Mayat Ditemukan Di Sawahlunto, Diduga Kuat Jasad Iwan S.Telaumbanua

 


Pada Irfan Setiaputra, Erick menaruh harapan manajemen Garuda ke depan dapat menjalankan amanah dengan baik, mengikuti prinsip tata kelola yang baik (GCG), termasuk membawa Garuda lebih baik lagi.

Sementara, pada komisaris utama, Erick yakin pengalaman yang dimiliki Triawan Munaf mampu memberikan masukan dan strategi pemasaran yang diperlukan, termasuk dalam meningkatkan citra Garuda yang sempat tercoreng.

“Khusus untuk Ibu Yenny Wahid, figur yang sangat mumpuni. Ibu Yenny merupakan komisaris independen, perwakilan publik yang dapat dipercaya,” imbuh Erick.

RUPLSB Garuda Indonesia memutuskan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama menggantikan . Irfan akan didampingi oleh , seorang profesional yang menjabat sebagai dirut di berbagai anak usaha CT Corp. Dony menjadi anggota Dewan Komisaris Garuda sejak akhir 2014.

Jajaran direksi lainnya, yaitu Tumpal Manumpak Hutapea selaku Direktur Operasi, Rahmat Hanafi Direktur Teknik, Ade R Susardi Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan Teknologi Informasi.

Kemudian, M Rizal Pahlevi menjabat sebagai Direktur Niaga dan Kargo. Fuad Rizal, yang sempat menduduki kursi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Garuda kembali ke kursi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sementara, Direktur Human Capital dijabat oleh Aryaperwira Adileksana.

Sementara, di kursi komisaris, Triawan Munaf menjabat sebagai Komisaris Utama. Ia akan didampingi oleh Chairal Tanjung selaku Wakil Komut.

Kursi komisaris lainnya, yakni Komisaris Independen Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen Yenny Wahid dan Komisaris Peter Gontha.

Gelaran RUPSLB Garuda adalah buntut kasus pencopotan Ari Askhara, eks dirut yang tersandung kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton. Selain Ari, empat direksi lainnya juga dicopot oleh Erick Thohir. [cnnindonesia.com]

Simak berita dan artikel lainnya di  Google News


Leave a Reply